13 Bidan RSUD Andi Jemma Pertanyakan Dana dan Jasa Penanganan Covid, Eh Di Pecat Di Ruang Bersalin, Dirut Mangkir

LUWU UTARA – pantau24jam.com. RSUD Andi Jemma Masamba berhentikan dengan tidak hormat 13 tenaga bidan karena melakukan Aksi mogok kerja. Kabupaten Luwu Utara. Rabu, 19/1/2022.

Menurut salah satu bidan alasan melakukan aksi mogok kerja karena mempertanyakan Jasa dan dana kegiatan penanganan covid -19 di RSUD Andi Jemma Masamba Kab Luwu Utara.

Pejabat KTU RSUD Andi Jemma Masamba, Imran Ismail, Asmiaty Kabid Rekan Medik dan Kabid Pelayanan Okeng, mengatakan alasan pemberhentian ke 13 Honorer Bidan yang bekerja pada ruang Bersalin (Konek).

“Berawal dari pergantian jam dinas sore dan saat itu mereka melakukan mogok kerja, bahkan pihak kami melakukan kontak baik itu melalui telepon dan Whatsapp, tapi tak satupun bidan yang merespon positif”, ujar Asmiaty Kabid Rekan Medik dan Kabid Pelayanan Okeng.

“Pihak RSUD Andi Jemma Masamba telah mengambil keputusan pemberhentian secara tidak hormat itupun sudah diketahui Direktur rumah sakit bahkan sudah dibubuhi tanda tangan”, tutur Imran. Dilansir Metro Online.

Menurut salah seorang Nakes yang tidak mau dipublis mengatakan bahwa keterlambatan masuknya pergantian (sip) jam sore waktu itu terjadi setelah mereka diancam akan diberhentikan bekerja.

“Kami diancam diberhentikan bekerja di RSU Andi Jemma jika masih mempertanyakan dana masalah jasa/insentiv (Upah) kerja penangan covid -19”, jelas salah seorang Nakes yang enggan ditulis namanya.

“Kami sudah mogok kerja saat itu, jadi bukan karena persoalan pergantian jam dinas sore tetapi karena mempertanyakan masalah dana jasa penanganan covid-19 sehingga kami semua ini diberhentikan alias dipecat. tanpa tenggang waktu dan hari itu juga kami diberhentikan, “tambahnya.

Hingga berita ini diposting, Direktur RSUD Andi Jemma Masamba dr Hariadi, M.Kes, belum dapat dikonfirmasi. Warga masyarakat menunggu konferensi Pers atas keterbukaan informasi.

Direktur RSUD Andi Jemma Masamba dr Hariadi, M.Kes

Red

Related posts