Heboh Pria Bugis Anak Santri Di Lamar Setengah Miliyar “Rp 500juta” di Pinrang

  • Whatsapp

PINRANG – pantau24jam.com. Dunia maya dihebohkan seorang wanita yang melamar seorang lelaki bugis dengan nilai mahar Rp 500 juta.

Kehebohan itu usai videonya viral di media sosial. Hal ini menjadi topik hangat di sejumlah media sosial dikarenakan tak biasa terjadi dalam adat bugis, dimana biasanya calon mempelai pria memberi mahar ke calon mempelai wanita.

Calon mempelai wanita ini bernama Bunga (samaran) yang diketahui masih menempuh pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bumi Lasinrang, Pinrang.

Sementara untuk calon mempelai pria, saat ini masih menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada di Jakarta.

Keduanya di jodohkan dari kedua orang tuanya. Saat ditemui Ibu dari calon mempelai wanita, Hj Asmira mengaku, dirinya melamar calon anak menantunya itu dengan nilai setengah miliar karena beralasan dari sikap orang tua dan calon mantunya itu memiliki sikap yang baik.

“Saya suka orang tuanya, saya sudah baku baik sama orang tuanya, anaknya (calon mempelai pria, red) baik, mendengar kata orang tua. Saya cari calon menantu seperti dia,” katanya.

Dia juga mengaku, bahwa kriteria dari calon menantunya itu sesuai dengan harapannya sehingga memilih meminang dengan jumlah yang fantastis.

“Dia suka sama orang tuanya, orang tuanya dia semua yang urus, minta uang dengan orang tuanya duduk baik, tidak seperti yang lain-lain. Saya juga sudah lama baku baik dengan haji (ibu dari calon mempelai wanita),” tutur Hj Asmira kepada sejumlah awak media saat ditemui, Selasa, 23/11/2021.

Ibu dari calon mempelai wanita juga ini membenarkan jika mahar dengan nilai setengah miliar itu, dengan tambahan mahar lainnya berupa 200 rak telur, 5 karung gula pasir dan 5 karung terigu.

Dia tak menyebutkan adanya beberapa ekor sapi yang menjadi tambahan. Sementara, ibu calon mempelai pria, Hj Diana, mengaku merasa bahagia anaknya dilamar dengan calon mempelai wanita dengan jumlah setengah miliar.

Dia juga mengaku ada hubungan keluarga dengan ibu dari calon mempelai wanita.

“Aku merasa senang, aku merasa bangga anak saya bisa begini, dilamar sama orang, Alhamdulillah. Karena anak saya dari pesantren enam tahun. Langsung ke Jakarta untuk kuliah,” ucapnya.

Senada, Hj Diana juga mengaku suka dengan calon mantunya itu karena memiliki sikap yang baik.

“Insha Allah kita menunggu dulu selesainya. Karena dia (calon mempelai pria) masih kuliah. Perempuannya juga masih kelas 3 SMP. Belum cukup umur. Baru dia tau, sudah melamar orang tua baru dia tahu. Dia nurut sama saya,” tandasnya.

Dia juga mengakui jika anaknya itu dijodohkan dari kesepakatan orang tua mempelai wanita.

Red / Habas

Related posts