Diduga Bedah Rumah Tidak Tepat Sasaran, Lurah Sudirejo I Diprotes Warga

  • Whatsapp
Diduga Bedah Rumah Tidak Tepat Sasaran, Lurah Sudirejo I Diprotes Warga

Ket Foto : Ketua LSM Pakar, Atan Gantar Gultom.

Pantau24jam.com – Rencana proses bedah rumah di Jalan Sempurna Ujung, Gang Abdul Rasyid Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota disorot masyarakat. Pasalnya, rumah milik warga inisial R dinilai tidak tidak tepat sasaran, karena mencukupi dari segi ekonomi. 

Read More

Atas temuan itu, Dewan Pimpinan Srikandi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembela Kemerdekaan Rakyat (Pakar) telah menyurati pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan, untuk melakukan evaluasi terhadap Lurah Sudirejo I, Kasrin. 

“Berdasarkan hasil investigasi, Bapak Lurah H Kasrin SE MM diduga menyalahgunakan jabatannya untuk memanipulasi data yang akan menerima bantuan pembedahan rumah yang tidak pantas untuk dibantu,” ungkap Ketua LSM Pakar Atan Gantar Gultom, kepada wartawan, Rabu, 22 September 2021.

Menurutnya, R tidak layak mendapatkan bantuan dikarenakan suaminya merupakan pegawai di perusahaan listrik negara (PLN). Kemudian, katanya, rumah yang akan dibedah Pemko Medan itu dalam tahap renovasi. 

“Bahkan, Ibu R ini mempunyai anak yang bekerja di Jasa Raharja, dan keluarga ini tidak masuk dalam kategori rakyat miskin,” bebernya. 

Selain R, lanjut Atan, warga inisial S yang masih kerabat R, yang rumahnya berdempetan dengan R juga turut dibedah. Hal ini juga di soalnya, yang menurutnya S memiliki usaha jasa pengeboran sumur. 

“Bapak S ini memiliki rumah yang disewakan dimana-mana. Beliau menerima bantuan bedah rumah dari Pemko Medan, sementara rumah yang dibedah tidak pernah dihuninya sama sekali karena beliau tinggal di Jalan Jermal 15,” jelasnya. 

Atas temuan itu, dia meminta kepada Pemko Medan dalam hal ini Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk melakukan evaluasi terhadap Lurah Sudirejo I. “Surat sudah kita antarkan ke Walikota (Bobby). Kita minta supaya Lurah tersebut di usut tuntas, bila perlu di copot,” tegasnya. 

Terpisah, Lurah Sudirejo I, Kasrin yang dikonfirmasi terkait tudingan tersebut membantahnya. Menurutnya, bedah rumah yang akan dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Medan telah sesuai prosedur. 

“Inikan program dari Dinas Perkim, mereka meminta dari kelurahan data warga yang akan di bedah. Terus kami sampaikan ke warga, yang sesuai persyaratan rumahnya mau dibedah. Masa kami terima data dari warga kami tolak, apalagi rumah Ibu R itukan memang layak untuk dibedah,” katanya. 

Disinggung mengenai ekonomi keluarga R, Kasrin mengakuinya jika yang bersangkutan suaminya bekerja di PLN. Akan tetapi, ditinjau dari segi rumah bersangkutan, sangat tidak layak dan masuk kategori harus dibedah. 

“Ibu R inikan kader PKK, dan rumahnya masih papan. Dan dia bermohon mengajukan rumahnya dibedah, apa kita tolak?,” imbuhnya.

Sementara kata dia, persyaratan untuk mendapatkan bedah rumah yakni, harus mempunyai surat tanah sendiri yang tidak bersengketa. Kemudian rumah tidak layak dan berlantaikan tanah. 

“Punya surat tanah, tapi kalau rumahnya milik orangtua tidak layak (dibedah),” katanya. 

Untuk warga inisial S, Kasrin mengaku bahwa rumahnya termasuk untuk dibedah, namun rekomendasi dari Dinas Perkim belum turun. 

“Yang pasti cuma rumah Ibu R. Tapi kita belum tahu kapan akan dibedah, karena anggarannya belum turun. Tapi betul Dinas Perkim sudah melakukan survey,” pungkasnya. (MC/Red)

Related posts