Tidak Ditahan, JPU Tuntut 1 Tahun 8 Bulan Terhadap Terdakwa WNA Malaysia

  • Whatsapp
Tidak Ditahan, JPU Tuntut 1 Tahun 8 Bulan Terhadap Terdakwa WNA Malaysia

Terdakwa WNA Malaysia saat disidangkan dan dituntut kurungan 1 tahun 8 bulan.


TANGERANG, Pantau24jam.com, – Suhemi bin Abdul Rahman, WN Malaysia yang berubah nama menjadi Jack Rachman, dan terbukti membuat KTP palsu, dituntut 1 Tahun 8 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tangerang, Senin (13/9/2021).

Read More

Namun aneh, terdakwa hingga kini tidak ada perintah penahanan (masuk penjara). Jack Rachman dalam tuntutan jaksa disidangkan karena membuat e-KTP Palsu dan Akta Kelahiran, yang dikeluarkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dan kemudian di pindahkan ke Dukcapil Pemerintah Kota Tangerang.

JPU, Eva Novyanty dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, sebelum sampai kepada tuntutan terlebih dahulu membacakan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, dan fakta yang terungkap di persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Didit Santosa.

Eva Novyanti yang menyidangkan terdakwa Jack Rachman, tidak melakukan Penahanan (hanya Tahanan Kota), anehnya tetap pakai baju Rompi Tahanan, diduga untuk mengelabui para korban, dalam kasus penipuan yang sedang dalam tahap penyidikan di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Terdakwa, Jack Rachman yang sampai saat ini masih berkewarganegaraan Malaysia, dalam tuntutan JPU terbukti secara syah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan e-KTP dan Akta Kelahiran sesuai pasal 263 (2) KUHP, dituntut selama 1 Tahun dan 8 bulan tanpa ada perintah penahanan kurungan badan.

Ketua Majelis Hakim, Didit Santosa saat dikonfirmasi terkait terdakwa, Jack Rachman,  mengatakan itu urusan Jaksa. “Tanya ke Jaksa,” katanya. (Tio)

Related posts