Beberapa Petani Cianjur Tanam Padi Huma Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan

  • Whatsapp
Beberapa Petani Cianjur Tanam Padi Huma Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan

Foto :Menjaga kearifan lokal petani pedesaan tanam padi huma (Gogo) untuk memenuhi kebutuhan pangan. 

Cianjur, Pantau24jam.com – Sejumlah petani di Pedesaan Kecamatan Campaka Mulya Kabipaten Cianjur mulai menanam padi huma (padi gogo), hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pendapatan ekonomi, Kamis (16/09/2021). 

Read More

“Kami menanam padi huma seluas satu hektare,” kata Abah Ihin (76) seorang petani saat ditemui di lahan ladang Kecamatan Campaka Mulya Kabupaten Cianjur.

Garapan bercocok tanam padi huma pada pertengahan September 2021 ini bisa dipanen selama enam bulan ke depan karena menggunakan benih varietas padi lokal. Petani di Desa Cibanggala juga menanam pisang, cabai, dan sayur-sayuran dengan cara tumpang sari.

“Kami berharap pertanian yang ditanam di lahan ladang itu bisa menghasilkan pangan dan pendapatan ekonomi,” kata abdul Mujib (25) saat ditemui. 

Begitu juga petani lainnya, Abah Enung (50) warga Desa Sukabungah Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur mengatakan dirinya bercocok tanam padi huma untuk ketahanan pangan keluarga.

Selain itu juga menanam tanaman jahe merah, cikur, pepaya, pisang dan cabai. Gerakan menanam padi huma dilakukan secara serentak sesuai ketentuan penghitunganmusim, sebab penanaman serentak itu nanti musim panen secara bersamaan.

Saat ini, dirinya bercocok tanam ladang seluas satu hektare di kawasan perhutanan soaial. 

“Kami sejak turun temurun menanam padi huma dan tanaman lain di ladang dengan menggunakan pupuk organik,” katanya.

Mereka petani pedesaan melaksanakan tanam padi huma di ladang dengan pola berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lainnya agar tanamannya tumbuh dan subur.

Sistem pola tanam tradisional mereka membuka hutan dengan cara tebang bakar sebab sisa-sisa pembakaran tersebut bisa dijadikan pupuk organik untuk menyuburkan lahan pertanian. 

“Kami mengapresiasi ketahanan pangan warga Desa itu dari hasil panen padi sehingga belum pernah mengalami kerawanan pangan,” pungkas Ketua Umum Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia/PETANI Jawa Barat Isman Muslim.(Bung) 

Related posts