Satgas : Pemerintah Komit Tekan Penularan dan Segera Rujuk Bagi Siapa Saja yang Kejaring Kategori Hitam

  • Whatsapp
Satgas : Pemerintah Komit Tekan Penularan dan Segera Rujuk Bagi Siapa Saja yang Kejaring Kategori Hitam

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.


JAKARTA, Pantau24jam.com, – Pemerintah berkomitmen menekan penularan dan segera merujuk bagi orang atau bagi siapa saja yang terjaring dalam kategore berstatus hitam berkeliaran langsung digiring ke isolasi terpusat. Sementara itu, Aplikasi PeduliLindungi telah menjaring 3.830 orang terkonfirmasi positif COVID-19 atau yang berstatus hitam sedang berkeliaran di sejumlah fasilitas publik. Temuan ini didapati dari upaya orang berstatus hitam mengakses fasilitas publik dengan cara memindai barcode sebagai syarat masuk.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menanggapi terkait hal ini, bahwa pemerintah berkomitmen menekan penularan di lingkungan fasilitas publik dengan segera mengisolasi orang dengan kategori hitam yang mencoba mengakses fasilitas publik. 

“Pemerintah berkomitmen dengan kerjasama bersama satgas di fasilitas publik untuk segera merujuk orang yang terjaring atau kategori hitam, atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat,” jelasnya saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Selasa (14/9/2021).

Disamping itu, situasi pandemi COVID-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan. Hal ini dapat terlihat melalui angka positivity rate yang terus menurun dan juga angka testing dan tracing yang terus meningkat. Walaupun demikian, pemerintah akan terus melakukan upaya pengendalian semaksimal mungkin. 

Selama, COVID-19 masih ada di Indonesia. Pemerintah secara tegas akan memberlakukan PPKM dengan melakukan monitoring dan evaluasi tiap minggu. Detail perubahan dan evaluasi setiap minggunya merupakan kebijakan yang bersifat adaptif menyesuaikan perkembangan virus yang dinamis.

“Kebijakan yang diambil juga akan bertumpu pada data terkini untuk memastikan kebijakan yang diputuskan dapat menjawab perkembangan di lapangan,” pungkas Wiku. (Her)