HIPPMHB Demo PLN Keluhkan Pelayanan Listrik

  • Whatsapp
HIPPMHB Demo PLN Keluhkan Pelayanan Listrik


AMBON – Pantau24jam.com.
Sejak mulai beroperasi tahun 1996, keberadaan Ranting PLN Di Luhu, Kecamatan Huamual Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) belum dirasakan dengan baik oleh masyarakat setempat. 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut yang melatarbelakangi Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Huamual Barat (HIPPMAHB) menyerbu kantor PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara Jalan Diponegoro No. 2 Ambon, Rabu (15/09/2021), dengan membawa sejumlah famlet PLN PHP Pelanggan, Copot Kepala Ranting Huamual, 24 jam harga mati. 

Dalam orasi, Taufik Rahman Saleh, selaku ketua HIPPMAHB mengatakan keberadaan ranting PLN di Luuhu selama 25 Tahun belum memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. 

“Bayangkan Dalam satu giliran menyala kami di Luhu kita hanya diberikan 6 jam paling miris 3 jam, mati pukul 09.00. Kalaupun listrik normal hanya mendekati penagihan,” ungkapnya. 

Hal ini Menurutnya, keberadaan PLN bukannya memberikan pelayanan yang terbaik, tetapi mendatangkan kesengsaraan bagi masyarakat selaku pelanggan.   

“Mereka bukan pengemis energi listrik kenapa harus dilakukan seperti orang yang tidak membayar pajak. Keberadaan PLN merugikan masyarakat, apabila terjadi kerusakan peralatan rumah tangga maka PLN harus melakukan perbaikan. jika tidak, kami tidak akan diam untuk hal ini,” ucapnya.

Dalam orasinya, Taufik juga menunjukan bukti kwitansi yang merupakan praktek punggutan liar (Pungli) oleh oknum petugas PLN setempat, disertai dengan intimidasi kepada masyarakat, yang telah berlangsung bertahun-tahun.  

“Saya punya bukti, pembayaran yang seharusnya menggunakan slip PLN, tetapi faktanya dikasi nota biasa,” ucapnya.  

Untuk itu, dirinya mendesak Pimpinan PLN untuk segera mencopot kepala ranting PLN Huamual Barat, masih ada banyak putra daerah Maluku di bidang pelayanan energi untuk menduduki posisi tersebut. 

Taufik apa yang disampaikan dalam aksi, bisa menjadi perhatian serius dari pimpinan PLN, sehingga persoalan keslitrikan di Huamual Barat, dapat tertangani dengan baik. 

“Saya harap apa yang kami sampaikan, tidak masuk talingga kanan, keluar talinga kiri. Tetap menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kelistrikan di Huamual dan Maluku secara luas,” pintanya.

Pos terkait