Cara Mendidik Santri Ala Pesantren Darut Taqwa Batujajar Bandung Barat

  • Whatsapp
Cara Mendidik Santri Ala Pesantren Darut Taqwa Batujajar Bandung Barat

Bandung Barat, Pantau24jam.com – Permasalahan pendidikan modern yang saat ini berkembang menjadi fokus perhatian Pondok Pesantren Darut Taqwa yang beralamat di Jalan Cihurip-Pangauban Nomor 83, Kampung Cihurip, RT 01 RW 11, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terutama dalam membangun akhlak mulia bagi generasi muda. 

Bacaan Lainnya

Ditambah dengan media digital yang kini semakin gencar menjadi alat komunikasi dan informasi mayoritas anak muda zaman sekarang.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Darut Taqwa, Ustadz Komarudin, membangun kesadaran dari dalam diri sendiri merupakan pendidikan paling sulit bagi anak muda saat ini.

“Kesadaran diri sendiri seperti halnya kesabaran kanjeng Nabi Muhammad SAW pada umatnya yang benar-benar Ra’ufurrahiim (kasihnya teramat dalam),” ujar Ustadz Komarudin saat dihubungi via pesan whatsapp, Selasa (14/09/2021).

Perihal tirakat atau riyadhoh para pimpinan pesantren dalam mendidik santri, Ustadz Komarudin yang juga pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bandung Barat ini menjelaskan bahwa para kiai dahulu setiap malam dipipinya selalu ada sungai membelah wajahnya, yakni sungai cucuran air mata. 

“Berdo’a bermunajat dengan hati remuk redam agar para santri hatinya terang benderang dalam keteguhan iman supaya selamat dunia akhirat,” ungkapnya.

Ustadz Komarudin mengatakan bahwa dirinya seringkali melihat wajah guru-guru kita tersenyum seperti bayi yang tiba-tiba pelupuk matanya menggenang seperti telaga yang hendak tumpah, namun tetap tersenyum menahan kepedihan hati dan rasa malunya di hadapan Ilahi Rabbi. 

Menurutnya juga, anak-anak bangsa rindu hadirnya bapak spiritual disetiap pesantren dan sekolah karena orang tua telah menyerahkan nasib masa depan anak-anak pada para guru.

 “Jika para siswa hatinya gersang, dapat pelajaran agama yang tidak mencerahkan, tidak membasahi hatinya, alangkah nestapa pertumbuhan jiwa anak-anak,” tutupnya.(Wandi R) 

Pos terkait