Potret Kemiskinan di Bekasi, Tohar Warga Desa Sukadarma Butuh Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp
Potret Kemiskinan di Bekasi, Tohar Warga Desa Sukadarma Butuh Perhatian Pemerintah

Kondisi rumah warga Desa Sukadarma yang memprihatinkan. 

BEKASI, Pantau24jam.com, – Potret kemiskinan masih mewarnai negeri ini, terlebih saat ini  degradasi ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19. Hal itu pun memaksa pemerintah untuk mengeluarkan sejumlah program bantuan guna mendongkrak ekonomi masyarakat.

Namun program bantuan tersebut tidak serta merta menyasar seluruh lapisan masyarakat bawah, masih banyak warga yang belum tersentuh dari program tersebut. 

Bacaan Lainnya

Salah satunya yang dialami Tohar memiliki tanggungan empat anak, merupakan warga Kampung Gandu RT.002/005 Desa Sukadarma Kecamatan Sukatani, kondisi kesehatannya serta tempaat tinggal sangat memprihatinkan. 

Tohar bersama sang istri.

Dengan keterbatasan ekonomi ia mencoba bertahan hidup dengan kondisi tempat tinggal sangat tidak layak huni dan hampir ambruk.

Tohar yang sehari-hari nya seorang  pemulung tak pernah mengeluh tetap menghidupi istri dan anak-anaknya yang masih memerlukan tanggung jawab orang tua. “Saya berharap kepada Pemeritah pusat melalui pemerintah propinsi terutama pemerintah kabupaten Bekasi sudi kiranya membantu pembangunan rumah tidak layak huni  untuk keluarga saya yang saat ini kondisi bangunan rumah yang rusak,” ucapnya.

Salah satu kerabatnya yang enggan disebut membenarkan bahwa rumah Tohar ini kondisinya sangat memprihatinkan, ditambah lagi beban ekonominya sangat sulit hanya sebagai tukang pemulung. 

“Saya berharap pada dermawan para donatur sudi kiranya membantu Tohar dengan kondisi rumah Depan serta belakang yang sudah rusak ambruk,” ujarnya.

Yusuf Supriatna Ketua tim DPN Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia (LSM-KAMPAK-RI) saat diminta tanggapan terkait potret kemiskinan warga Gandu  mengatakan, ia merasa prihatin dengan kondisi Tohar. 

“Padahal Pemerintah Desa dan Kecamatan kenapa tidak mengambil langkah dan minta bantuan kepada pihak yang berwenang yang ada di Kabupaten Bekasi yaitu PJ Bupati Bekasi,” terangnya ketika bertandang ke kediaman Tohar, Sabtu. (11/9/2021).

Yusup berharap pada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Baznas Kabupaten Bekasi, ini sama sekali tidak ada upaya untuk mengusulkan ke Dinas terkait, padahal jelas dalam Undang-Undang Dasar 45 disebutkan fakir miskin dan anak-anak terlantar dilindungi oleh Negara. 

“Selanjutnya dalam Pasal 27 ayat 2 menyatakan bahwa tiap tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi manusia,” pungkasnya ketika diwawancara awak media.

Untuk itu Yusuf memohon kepada PJ  Bupati Kabupaten Bekasi, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Baznas Kabupeten Bekasi para Donatur agar memberikan bantuan pembangunan Rumah tidak Layak huni tersebut. (kobirudin)

Pos terkait