Langgar UU Kekarantinaan, Kejari Tangerang Sidangkan Tujuh WN India dan 7 WNI

  • Whatsapp
Langgar UU Kekarantinaan, Kejari Tangerang Sidangkan Tujuh WN India dan 7 WNI
PN Kejari Kota Tangerang.

TANGERANG, Pantau24jam.com, – Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mensidangkan 7 orang warga negara India karena tidak mengindahkan undang-undang kekarantinaan dan 7 orang warga Negara Indonesia karena turut membantu pelarian mereka.

Bacaan Lainnya

Pesawat Charter Air Asia dengan Nomor Penerbangan, QZ 988 dari Chenai India, mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada 12 April 2021 yang membawa 132 Penumpang, tujuh WN India yang ikut dalam penerbangan, lolos dari Gugus Tugas Covid-19 tanpa melaksanakan karantina selama 14 hari.

Menurut saksi, Ondi dari Polres Bandara Soetta, ketujuh WN India yakni, Cerelovapil Mukri, Senthil Kangkurte, Rangganathant, Mohamed Jabir, Patel Satris Narayian, Pael Barendra, terdakwa datang ke Indonesia, ada yang bekerja di Bandung dan Gresik Jawa Timur.

Untuk mencegah wabah penyakit menular Covid-19, seluruh penumpang pesawat yang baru tiba di tanah air dari luar negeri, wajib masuk karantina selama 14 hari sesuai Intruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Cerelovapil Mukri WN India dan kawan-kawan, tanpa melaksanakan karantina melarikan diri, ke beberapa kota besar di Indonesia, ada yang ke Batam, Bandung dan Surabaya, ke tujuh WN India, kabur atas bantuan dari WN Indonesia Zakaria dan enam temannya yang ikut membantu menjalani Persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang pada Jumat (10/9/21).

Jaksa Penuntut Umun (JPU) Oktaviandi dan Reza Pahlevi, dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, menjerat ke 14 terdakwa, sesuai surat dakwaan, pasal 93 Jo pasal 9 ayat (1) UU No 6 Tahun 2018, tentang kekarantinaan atau pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Dapot Dariarma, Kasipidum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, ikut memantau jalannya persiangan, untuk memberikan support, kepada anak buahnya, Jaksa Oktaviandi dan Reza Pahlevi yang menyidangkan para terdakwa.

Ketua Majelis Hakim yang diketuai, Rudy Soeharso yang memeriksa dan menyidangkan ke 14 terdakwa, yang sidangnya di-split (dipisah) menjadi empat persidangan, dimulai usai Jumatan sampai larut malam.

Jaksa Reza Pahlevi, yang ikut membantu sidang ke 14 terdakwa mengatakan persidangan berakhir, sampai pukul 23.00 WIB, dan sidang terakhir terdakwa, Muhamed Jabir dan kawan kawan.

“Persidangan ke-14 terdakwa, dilaksanakan secara Marathon, setelah menggelar Jumatan, mulai dari pembacaan dakwaan, Pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terdakwa. Hingga terahir acara tuntutan,” terangnya.

JPU, Oktaviandi dan Reza Pahlevi, menuntut ke 14 terdakwa, yang terdiri dari 7 WN India dan 7 WN Indonesia, yang ikut nembantu sesuai pasal 93 jo pasal 9 ayat (1) UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan atau pasal 14 UU No 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Pentakit menular.

Para terdakwa, dituntut masing masing 1 Tahun penjara, dan membayar denda Rp 100 juta, kalau tidak bisa membayar diganti kurungan penjara selama 6 bulan. dari penyidikan Polisi sampai ke persidangan para terdakwa tidak dilakukan penahanan (Tahanan Kota) karena ancaman hukumanya 1 Tahun, dan tidak kuat untuk ditahan.

Ketua Majelis Hakim menunda sidang, samapi Senin (13/9/21) untuk memberikan kesempatan kepada terdakwa, Sentil Kangkurte dan kawan kawan yang didampingi Penasehat Hukum-nya, Agus Salim, SH, MH dan Rekan untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa. (Tio)

Pos terkait