Matcha dan Hojicha kuwiluwi, Minuman Kesehatan dari Jepang di Masa Pandemi

Matcha dan Hojicha kuwiluwi, Minuman Kesehatan dari Jepang di Masa Pandemi

Minuman Matcha produksi kuwiluwi.


JAKARTA, Pantau24jam.com, – Matcha dan Hojicha merupakan dua jenis teh hijau khas Jepang yang sudah dikonsumsi sejak dahulu kala. Teh hijau yang sudah dikenal sebagai teh kaya khasiat ternyata sudah ada sejak jaman Sebelum Masehi. 

Read More

Untuk mencoba minuman ini kita tidak perlu terbang jauh-jauh ke Jepang, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Karena di kota-kota besar di Indonesia sudah banyak ditemui gerai atau restoran yang menjual minuman yang memang mengandung banyak zat bermanfaat.  

Pengolahan pada teh hijau yang dilakukan di Jepang memang berbeda dengan yang dilakukan di Indonesia, namun tidak mengurangi cita rasa seperti olahan dr. Aryati Wulandari, Sp.An dengan label kuwiluwi. 

“Proses pembuatannya benar-benar homemade. Aku sendiri yang bikin disela-sela kerjaanku sebagai anesthesiologist,” terang dr. Aryati, beberapa waktu lalu, Selasa, (24/8). 

Dokter Aryati yang akrab disapa Iwul ini mengaku membuat minuman Matcha dan Hojicha di atas meja makan rumahnya, dengan dibantu sang anak bungsu, Vaniara Adani yang saat ini sedang kuliah kedokteran di FK-UKI Jakarta. 

“Semuanya pakai ukuran. Bubuknya aku timbang, air dan susunya juga aku ukur, dan bikin sesuai dengan pesanan. Karena inginnya, minumanku sampai di customer selalu fresh,” ujarnya.  

Menurutnya, terdapat beberapa tahap untuk menjaga kualitas dan cita rasa yang khas. Dari pengolahan yang khusus dapat dihasilkan beberapa jenis teh hijau berkualitas tinggi seperti matcha dan hojicha. Dan untuk bahan baku bubuk minuman ini asli dari Jepang. 

Proses pengolahan yang berbeda pada kedua teh hijau ini menghasilkan penampilan warna yang cenderung berbeda antara Matcha dan Hojicha.

Matcha yang didapatkan dari hasil _penggilingan_ teh hijau, berwarna hijau terang. Sementara Hojicha memiliki tampilan lebih pekat dengan warna cokelat kemerahan. 

Untuk cita rasa, tentu saja jelas terdapat perbedaan di antara keduanya. Matcha memiliki rasa yang cenderung pahit, meskipun terkadang ada beberapa Matcha dengan rasa yang cenderung manis. Bubuk matcha juga rasanya cenderung seperti rumput laut dan terasa ada sensasi creamy. 

Sementara pada Hojicha, aroma tanah yang ada pada teh hijau ini lebih menenangkan serta sedikit smoky. Proses _pemanggangan_ pada hojicha menghasilkan aroma panggang yang khas dan unik, khasiatnya pun banyak dirasakan untuk kesehatan. 

“Matcha dan Hojicha yang aku olah ini dicampur dengan susu low fat, sehingga tidak terlalu manis,” ungkap Iwul. 

Kendati sama-sama teh hijau berasal dari Jepang, Matcha dan Hojicha, menurut Iwul memiliki berbagai perbedaan.  

Ditambahkannya, kandungan anti oksidan pada matcha lebih tinggi. Seperti dalam secangkir Matcha, memiliki kandungan yang sama dengan tiga cangkir teh hijau lainnya. Matcha mengandung kafein, polifenol, dan antioksidan lebih tinggi. 

Sedangkan Hojicha memiliki keunggulan dengan kandungan kafeinnya yang rendah sehingga nyaman di perut, namun di sisi lain, nutrisi dalam Hojicha juga lebih rendah dibanding Matcha karena sebagian nutrisinya hilang selama proses pemanggangan. Karena rendah kafein maka Hojicha cocok bagi yang punya masalah dengan gastritis. 

Sejak diproduksi awal Agustus lalu, produk minuman ini telah banyak dikonsumsi masyarakat di sekitaran Ibu Kota Jakarta. Minuman kesehatan untuk sehari-hari yang dibuat berdasarkan pemesanan ini, terdiri dari dua macam kemasan, yakni ukuran 250ml seharga Rp.20ribu, dan ukuran 1.000ml seharga Rp 70ribu 

Saat ini, produk minuman matcha dan hojicha produksi kuwiluwi baru bisa didapatkan dengan cara online. Untuk pemesanan dapat menghubungi nomor WA kuwiluwi di 0812-8282-1201. (Tb)

Related posts