Update, Penambahan Kasus Meninggal Dunia Meningkat

Jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia Update 19 Agustus 2021.


JAKARTA, Pantau24jam.com, – Kasus meninggal dunia akibat COVID-19 meningkat, jika kemarin bertambah 1.128 kasus, hari ini naik 1.492 kasus. Dengan demikian jumlah meninggal dunia menjadi 122.633 orang.

Read More

Angka itu berdasarkan data yang Pantau24jam.com, terima dari Kementerian Kesehatan, di Jakarta, pada Kamis (19/8/2021).

Di sisi lain, kasus sembuh menurun, jika kemarin bertambah 29.794 orang, hari ini tambah 29.012 orang, sehingga jumlah sembuh menjadi 3.472.915 orang.

Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang angka sembuh tertinggi, dengan jumlah penambahan harian 6.680 kasus, disusul Jawa Timur 3.715 kasus, selanjutnya Yogyakarta 2.121 kasus, kemudian Jawa Tengah 1.804 kasus, dan Sumatera Utara 1.786 kasus.

Demikian juga, kasus terkonfirmasi positif, hari ini bertambah 22.053 kasus, sedangkan kemarin tambah 15.768 kasus. Dengan demikian jumlah terkonfirmasi positif menjadi 3.930.300 kasus.

Kasus aktif juga berkurang 8.451 kasus sehingga jumlah menjadi 334.752 kasus, dan pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Suspek jumlah keseluruhan sebanyak 275.810 kasus.

Pemeriksaan atau uji spesimen yang dilakukan yakni sebanyak 214.410 spesimen.

Sebaran penambahan positif COVID-19, lima provinsi terbanyak adalah Jawa Barat 3.266 kasus, disusul Jawa Timur 3.019 kasus, selanjutnya Jawa Tengah 1.428 kasus, kemudian Yogyakarta 1.175 kasus dan Kalimantan Timur 1.100 kasus.

Untuk provinsi dengan akumulasi positif terbanyak yakni DKI Jakarta mencapai 843.370 kasus, Jawa Barat 663.421 kasus, Jawa Tengah 458.689 kasus, Jawa Timur 366.461 kasus, dan Kalimantan Timur 143.534 kasus.

Dari 34 Provinsi atau 510 kabupaten dan kota yang melaporkan penanganan kasus COVID-19, seluruh provinsi melaporkan kenaikan kasus positif.

Provinsi yang mengalami penambahan kasus COVID-19 di bawah 50 kasus, terdapat dua provinsi, yakni Maluku 13 kasus, dan Maluku Utara 42 kasus.

Lima provinsi dengan akumulasi positif terendah yakni, Gorontalo 10.558 orang, Sulawesi Barat 10.845 orang, Maluku Utara 11.326 orang, Maluku 14.177 orang dan Sulawesi Tenggara 19.002 orang. (her)