BAZNAS Enrekang Menyalahgunakan Anggaran, Aktivis: Ini Dana Ummat, Dilaporkan Karena Ada Kerugian Negara

  • Whatsapp

ENREKANG – pantau24jam.com. Hasil investigasi secara kelambagaan telah mendentifikasi kejanggalan pada realisasi penggunaan anggaran dana hibah APBD tahun 2020 disebabkan realisasi belanja pegawai/pengurus menghabiskan anggaran senilai Rp1.316.350.000 yang tidak terperinci serta temuan BPK senilai Rp800 juta dan diduga pendistribusiannya tidak tepat.

Karenanya, aktivis Pergerakan Koalisi Rakyat (Perkara) secara resmi melaporkan dugaan penyalahgunaan dan pendistribusian anggaran Baznas Enrekang di Kejari Enrekang.

Aksi tersebut ditindaklanjuti dengan pelaporan secara resmi oleh Risman selaku Jenderal Lapangan ke Andi zaenal Akhirin Amus selaku Kepala Seksi Intelejen dan Rahmatullah Aryadi selaku Kasubsi Intelejen.

“Ya, alhamdulillah laporan kami sudah diterima oleh Kejaksaan Negeri Enrekang secara resmi oleh Kasi Intelejen dan semoga dintindaklanjuti sebagaimana mekanisme hukum yang berlaku” ujar Risman, Senin (26/7/2021).

Kejari Enrekang harus turun secepatnya melakukan pemeriksaan demi terciptanya kepercayaan masyarakat dalam mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh oknum Baznas Enrekang.

“Ini dana ummat, dan jika pihak Kejari Enrekang main-main, tidak serius dan belum ada kepastian turun melakukan penyelidikan secepatnya, maka kami akan kembali menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi dan akan selalu intens dalam mengontrol kepastiannya,” tegas Risman.

Kasubsi Intelejen Kajari Enrekang Rahmatullah Aryadi mengungkapkan bahwa, tetap akan ditindaklanjuti untuk memastikan kebenarannya dan memanggil oknum tersebut untuk diperiksa serta memintai dokumen untuk memastikan.

Bukti-bukti yang ada sekarang menjadi acuan untuk melakukan proses pemeriksaan serta mencari temuan kerugian negara, setelah itu membuat laporan hasil pemeriksaan.

“Jadi setiap progres kami akan selalu beritahukan apapun yang menjadi aktivitas kami terkait laporan yang diajukan dan itu sudah seharusnya ditindaklanjuti sesuai laporan yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Dr Arqam Azikin menanggapi kasus Baznas Enrekang ini rawan bila tidak ada pihak berwajib tidak serius menyikapi temuan aktivis.

“Tentunya kita prihatin, apalagi kan Inspektorat sudah memeriksa LPJ dana hibah, DPRD Enrekang juga tidak diam dan Polda sudah turun tangan. Kita salut para aktivis bersikap dan tunggu saja bagaimana perkembangan berikutnya”, terang Dr Arqam Azikin. Sabtu, 14/8/2021.

Tim

Related posts