Mereka yang Bertahan Hidup di 'Gubuk' Tidak Layak Huni

  • Whatsapp
Mereka yang Bertahan Hidup di 'Gubuk' Tidak Layak Huni
Gambar: Abah saat ditemui di ‘gubuk’ tempatnya bernaung dan bertahan hidup.

Cianjur, Pantau24jam.com –  Udin yang akrab disapa abah itu siap bertahan hidup dibelakang ruko Gunung Calung. Mulanya dia berasal dari Warung Jengkol dan sekarang tengah bernaung di sebuah hunian yang bagaikan gubuk dipinggiran pusat Kota Cianjur, tepatnya di wilayah Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur.
Gambar: Kondisi hunian abah tampak dari luar.

Gambar: Kondisi hunian abah tampak dari dalam.

Sebelumnya Ayah dari tiga anak ini sempat bekerja sebagai penjaga kebersihan dibelakang mesjid Kaum dan mempunyai KTP yang berdomisili Kelurahan Pamoyanan. Namun saat ini Abah menjalani kesehariannya dengan bekerja sebagai pumulung barang bekas guna menyambung dan menghidupi anak istrinya yang ikut tinggal di rumah kumuh tersebut.
Menurut keterangannya, Ia beserta keluarga sudah tinggal disana sedari 2017 dan sedari waktu itu pula Nuyan selaku pemilik tanah yang sekaligus Bos dari mempersilahkan mereka untuk bernaung ditempatnya tersebut.
“Sudah diberi izin oleh bos Nuyan dari tahun 2017 sampai sekarang untuk tetap bertahan hidup di rumah ini” jelas Abah. 
Kepala Kelurahan Sayang Syahdan Firmasyah, S.STP saat ditemui awak media menjelaskan terkait dengan adanya orang atau warga yang tinggal dibelakang Ruko Jebrod tersebut. Menurutnya Abah beserta keluarga sebetulnya bukan warga Kelurahan Sayang.
“Dan pernah juga kita tanyakan tentang status kependudukannya mereka bukan warga Sayang dan tidak punya identitas di Kelurahan Sayang” jelasnya
“Karena yang bersangkutan mengaku sudah diijikan pemilik tanah untuk tinggal disitu, ya bila yang bersangkutan memiliki rumah layak huni dikampung asalnya kenapa harus tinggal disitu? Kita khawatir ada yang melihat terus menganggap hal ini tidak ada perhatian dari Kelurahan” lanjut Syahdan Firmansyah.S.STP.
Ketika diminta keterangan terkait ada atau tidaknya bantuan yang disalurkan kepada Abah, Kepala Kelurahan Sayang menjelaskan bahwa saat ini tidak ada bantuan yang tersalur untuk Abah dikarenakan persoalan domisili. 
“Karena kalau ada bantuan dari pemerintah mereka tidak akan mendapat bantuan, karena mereka bukan warga Kelurahan Sayang, dan mereka tinggal disitu atas kemauan sendiri” ungkapnya.
“Bukan tidak mampu, mungkin mereka sudah nyaman ditempat itu, untuk melihat kondisi tempat itu sangat kumuh atau tidak layak huni, tapi selama yang bersangkutan tidak ada tuntutan Kami bisa menjelaskan kalau ada yang menanyakan dari pihak manapun” jelasnya
“Sesuai apa yang mereka sampaikan, alangkah baiknya supaya untuk menghindari kalau ada permasalahan, yang sakit atau membutuhkan bantuan pemerintah Kita tidak bisa membantunya dikarenakan bukan warga Kelurahan Sayang” pungkasnya. (DNS)

Related posts