Kecewa Terhadap Walikota, GMNI Turun ke Jalan dan Menuntut Persoalan Ini…

  • Whatsapp
Kecewa Terhadap Walikota, GMNI Turun ke Jalan dan Menuntut Persoalan Ini...
Gambar: GMNI Sukabumi Raya saat menggelar Aksi di depan Balaikota.

Sukabumi, Pantau24jam.com – GMNI Sukabumi Raya melakukan audiensi dengan DPRD Kota Sukabumi terkait Pembangunan Pasar Pelita di ruangan rapat paripurna pada Senin (9/8/21). Dari hasil audiensi tersebut GMNI Sukabumi Raya merasa kecewa karena tidak hadirnya Walikota dan kejaksaan sehingga audiensi dirasa kurang memuaskan.
Dalam tuntutannya ke DPRD Kota Sukabumi, GMNI mendesak mengeluarkan Hak Angket dan Hak interpelasi karena mereka berpandangan bahwa DPRD Kota Sukabumi sangat tepat ketika mengeluarkan hak tersebut.
“Karena hak interpelasi sebagaimana dimaksud Hak DPRD untuk meminta keterangan kepada Walikota mengenai kebijakan yang di ambil oleh pemerintah daerah yang penting dan strategis dan berdampak luas bagi masyarakat khusunya para pedagang Pasar Pelita” ungkap salah satu jajaran pengurus GMNI yang hadir dalam audiensi tersebut.
“Sedangkan Hak Angket sebagaimana yang dimaksud Hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan Pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat, daerah dan negara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang undangan” jelasnya.
Sedangkan Komisi II mengatakan bahwa DPRD tidak membahas Pasar Pelita selama PPKM karena lebih mementingkan masalah nyawa, namun bagi GMNI menilai bahwa Komisi II tetap harus bertanggung jawab dalam pengawasan terhadap problematika mangkraknya Pasar pelita karena hari ini sudah melewati batas waktu yang di tentukan, bahwa SP3 selesai.
Selain itu, sampai saat ini DPRD Kota Sukabumi Komisi II mengatakan belum pernah memegang perjanjian Adendum, padahal menurut pihak GMNI dokumen publik harus dibuka.
Adapun hasil audiensi tersebut, Ketua Komisi II siap mengeluarkan Hak Angket dan Interpelasi untuk menyikapi pembangunan pasar pelita yang tak kunjung usai ini.
Tidak cukup sampai disitu sebagai bentuk kekecewaan DPC GMNI Sukabumi Raya Karena Walikota Sukabumi tidak hadir dalam audiensi tersebut, jajaran GMNI memilih walk out dari audiensi dan memutuskan untuk melakukan Aksi damai didepan Kantor Pemerintah Kota Sukabumi untuk meminta Kejelasan terkait ‘Bagaimana Tindak Lanjut Pasar Pelita’ yang diketahui publik bahwa SP3 telah berakhir pada tanggal 30 Juli 2021, namun sampai hari ini belum ada ketegasan dan kejelasan dari pimpinan daerah.

Dengan menggelar aksi damai tersebut DPC GMNI Sukabumi Raya mendesak Pemerintah untuk segera mengambil kebijakan strategis dan tentunya tidak bertolak belakang dengan aturan hukum yang ada. (Irwan)

Pos terkait