Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan Menuju Pelabuhan Wisata Edukasi

  • Whatsapp
Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan Menuju Pelabuhan Wisata Edukasi

        
      
 

Pantai Tamperan Di Jawa Timur

Pantau 24jam.com,.Surabaya–Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan adalah salah satu setra penghasil Tuna terbesar di Jawa Timur, selain  menjadi komoditas ekspor di beberapa negara tujuan yaitu Jepang , Amerika dan Uni Eropa, juga menjadi salah satu bahan baku produk unggulan produk perikanan di Kabupaten Pacitan yaitu  Tahu Tuna.

Tercatat pada bulan April 2021 total volume produksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sejumlah 61.684 Kg dengan total nilai produksi Rp 1.542.100.000,- dan ikan tuna albakora (Thunnus alalunga), sedangkan pada bulan Mei 2021 total volume produksi ikan tuna sirip kuning sejumlah 68.995 Kg dengan total nilai produksi Rp 1.724.875.000,- dan total volume produksi ikan tuna albakora sejumlah 20.368 Kg dengan total nilai produksi sejumlah Rp 611.040.000,-. Triwulan ke II merupakan awal musim tuna di pantai Selatan Jawa, khususnya pelabuhan Tamperan Kabupaten Pacitan.

 

Saat meninjau budi daa Ikan Tuna

Ikan Tuna (Thunnus sp.) adalah salah satu ikan ekonomis penting di dunia , dan masuk dalam jajaran 5 makanan berbahan ikan yang paling mahal di dunia . Ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang menjadi primadona Pelabuhan Tamperan memiliki klasifikasi dengan Filum : Chordata, Subfilum : Vertebrata, Klas : Teleostei, Subklas : Actinopterygii, Family : Scombroidae, Ordo : Perciformes, Subordo : Scombridea, Genus : Thunnus.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Ir. Mohammad Gunawan Saleh, MM menyebut, ekspor perikanan Jatim mencatatkan hasil baik sepanjang tahun 2020. Sebanyak 31 ribu ton produk perikanan Jatim telah diekspor dengan nilai US$ 164 juta. Untuk komoditas ekspor terbesar adalah udang sebanyak 5.228 ton, dengan nilai US$ 51 juta. Komoditas ekspor andalan kedua adalah ikan tuna mencapai 3.749 ton dengan nilai US$ 22 juta.

Ikan tuna juga punya karakteristik yang khas yaitu mudah rusak (perishable food) sehingga dalam penanganannya  harus  tepat , cepat dan cermat. Daging ikan Tuna memiliki kandungan asam amino histidin yang relatif tinggi. Setelah ikan mati, enzim enzim yang berasal dari bakteri akan menguraikan histidin menjadi histamin.

 

Petugas saat Melakukan Koordinasi

Histamin tersebut sering menyebabkan keracunan yang disebut dengan scombroid poisoning . Cara paling baik untuk mencegah terbentuknya histamin adalah dengan pendinginan ikan secepatnya setelah ditangkap dan dijaga suhu pusat ikan tetap dingin selama penyimpanan yaitu pada suhu maksimum 4,4 ° C . Dari sisi kualitas bahan baku ikan yang di produksi di UPT. PPP Tamperan telah dilakukan monitoring dengan melakukan uji keamanan pangan sesuai standar persyaratan  ekspor.

UPT. PPP Tamperan di tahun 2021 membangun tugu ikon Tuna yang indah dan megah di pintu masuk pelabuhan, untuk bisa mengenal ikan Tuna lebih baik agar ikan Tuna tetap terjaga  lestari,  dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pacitan.

(*)
 

Pos terkait