Satgas COVID-19 : Angka Kasus Kematian Bertambah 1.383, Total 77.583 Orang

Satgas COVID-19 : Angka Kasus Kematian Bertambah 1.383, Total 77.583 Orang

Jumlah terpapar COVID-19 di Indonesia Update 21 Juli 2021.


JAKARTA, Pantau24jam.com, – Satgas Tugas Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19 melaporkan secara Nasional angka kasus kematian bertambah. Sementara itu, angka kasus meninggal dunia akibat terpapar positif COVID-19 masih terus meningkat hari ini, bertambah 1.383 kasus, sehingga jumlah menjadi 77.583 orang. Angka itu berdasarkan data yang diterima Pantau24jam.com, dari Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (21/07/2021).

Bacaan Lainnya

Penambahan harian terkonfirmasi positif COVID-19 juga meningkat dibanding kemarin, yakni 33.772, sehingga jumlah menjadi 2.983.830 orang. 

Namun penambahan kasus aktif terus menurun yakni 498 sehingga jumlah menjadi 550.694 kasus, dan pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Suspek jumlah keseluruhan sebanyak 271.662 orang. Ada pun pemeriksaan atau uji spesimen dilakukan terhadap 153.330 spesimen.

Penambahan pasien sembuh sebanyak 32.887 sehingga jumlah menjadi 2.356.553 orang.

Sebaran penambahan positif COVID-19, lima provinsi terbanyak adalah Jawa Barat 5.950 kasus, disusul DKI Jakarta 5.904 kasus, selanjutnya Jawa Tengah 4.253 kasus, kemudian Jawa Timur 3.859 kasus, dan Banten 1.903 kasus.

Untuk provinsi dengan akumulasi positif terbanyak yakni DKI Jakarta mencapai 763.429 kasus, Jawa Barat 536.756 kasus, Jawa Tengah 333.481 kasus, Jawa Timur 253.104 kasus, dan Kalimantan Timur 99.605 kasus.

Pada sisi lain, lima provinsi yang mengalami pasien sembuh tertinggi, yakni DKI Jakarta 19.558 orang, disusul Jawa Barat 6.862 orang, selanjut Jawa Tengah 3.937 orang, kemudian Jawa Timur 2.980 orang, dan Banten 1.316 orang.

Dari 34 Provinsi atau 510 kabupaten dan kota yang melaporkan penanganan kasus COVID-19, seluruh provinsi melaporkan kenaikan kasus positif.

Untuk provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif di bawah 10 orang, hari ini tidak terdapat.

Sementara itu lima provinsi dengan akumulasi positif terendah yakni, Gorontalo 7.004 orang, Sulawesi Barat 84 orang, Maluku Utara 8.554 orang, Maluku 12.596 orang dan Bengkulu 14.417 orang. (Her)