PKL Kompak Kibarkan Bendera Putih di Bandung, Ini Alasannya

BANDUNG – pantau24jam.com. Sebanyak 104 Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Cikapundung Barat, Kota Bandung, melakukan aksi pasang bendera putih di depan kios.

Sebanyak 104 pedagang kaki lima atau PKL di Jalan Cikapundung Barat, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), secara serentak memasang bendera putih di kios mereka.

Pengurus Paguyuban PKL Cikapundung Barat Nandang Mulyana mengatakan, bendera putih yang dikibarkan tersebut merupakan sebuah tanda. Dilansir Kompas.com.

Tanda tersebut artinya bahwa para pedagang sudah tak lagi sanggup menghadapi pandemi Covid-19 karena telah menghancurkan perekonomian para pedagang.

Selama diberlakukan PPKM Darurat, PKL Cikapundung yang terdiri atas pedagang kuliner, stempel, dan buku sudah tidak berjualan, baik siang maupun malam.

Karena sebab itulah, mereka kini sudah tak lagi memiliki pendapatan.

“Bendera putih sudah dipasang sejak seminggu kemarin,” kata Nandang saat dihubungi pada Senin (19/7).

“Maksud dari bendera putih itu bahwa PKL Cikapundung sudah benar-benar terpuruk. Kita sudah pasrah, menyerah, karena kita sudah berusaha, tapi enggak boleh jualan.”

Penutupan Jalan Jadi Masalah

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 benar-benar menghancurkan sumber pendapatan para pedagang di Jalan Cikapundung Barat, Kota Bandung.

Ditambah lagi ketika pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli.

Selama PPKM Darurat, banyak jalan disekat. Akibatnya, banyak pengendara yang tak bisa lewat. Hal inilah yang menjadi problem tersendiri.

Nandang mengatakan, meskipun ada beberapa pedagang yang memaksa berjualan di siang hari karena tak dilarang, tapi ternyata penutupan jalan membuat ojek online atau ojol tak bisa lewat.

Bagi pedagang kuliner, sistem pesan antar online pun jadi percuma dan tidak bisa diandalkan. Sebab, para driver ojol tak bisa mengambil makanan yang dipesan lantaran jalanan ditutup.

“Driver banyak yang bingung masuknya lewat mana. Makanya banyak yang di-cancel karena jalur masuk semua ditutup,” ucapnya.

Karena itu, Nandang sangat berharap pemerintah mengakhiri kebijakan PPKM Darurat yang akan berakhir pada 20 Juli 2021.

“PPKM diperpanjang kami tidak menerima. PPKM sekarang saja tidak ada solusi buat kami. Bagaimana kami bisa bertahan hidup,” kata Nandang.

“Tolong pemerintah kalau bikin kebijakan kita juga dipikirkan dampaknya, kami semua paham dengan kondisi ini dan kami juga sangat mendukung dengan kebijakan pemerintah, tapi tolong diseimbangkan dengan nasib kami.”

Nandang berharap 104 pedagang di Jalan Cikapundung Barat, Kota Bandung, bisa dipekerjakan menjadi apapun oleh pemerintah agar mendapat penghasilan.

“104 (pedagang) ini dipekerjakan apa kek sama pemerintah, yang penting ada hasil. Kalau harus gini terus, kami bingung,” ujar Nandang.

Red

Pos terkait