Pak.. Coba Bantu Kami, Dengar Kami, Perjuangkan Nasib Kami Para Pekerja Kuli Pabrik

  • Whatsapp
Pak.. Coba Bantu Kami, Dengar Kami, Perjuangkan Nasib Kami Para Pekerja Kuli Pabrik

Cianjur, Journalnews.co.id – Rabu (23/06/21) Puluhan Buruh pekerja PT. CIANJUR ALAM UTAMA (CAU) yang beralamat di jalan perintis kemerdekaan Jebrod, para pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur Jawa Barat laksanakan unjuk rasa (Unras) damai di depan pabrik guna menyampaikan beberapa tuntunan mengenai haknya yang belum di realisasikan olen pihak pabrik.
Unjuk rasa di laksanakan sebagai bentuk ketidak puasan karena sudah beberapa kali pada hari sebelumnya melaksanakan audensi, baik itu di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) ataupun di pendopo pemda kabupaten Cianjur masih belum juga mendapatkan jawaban sebagai mana yang di harapkan oleh para pekerja buruh, bahkan dari pihak manajemen PT. CAU tersebut tidak pernah datang meskipun di minta hadir dengan secara resmi melalui surat undangan.

Meskipun pada pelaksanaan Unras damai tersebut sangat lah di jaga ketat oleh pihak aparat keamanan gabungan Kepolisian, TNI, Satpol PP dan juga Dinas perhubungan, tidak jadi satu alasan atau hambatan bagi para pendemo untuk melakukan orasinya karena pada pelaksanaannya para pendemo tetap menggunakan Peotokol Kesehatan (Prokes).

Selang beberapa jam penyampaian orasi yang jadi tuntutannya, “di duga belum mendapat tanggapan atau respon dari pihak menejemen pabrik bahkan seolah di abaikan maka pendemo menganggap bahwa pihak perusahaan tidak koperatif bahkan seolah pabrik tersebut dalam melaksanakan pengoprasian kegiatan produksinya tidak sesuai dengan Undang-undang serta peraturan yang telah menjadi aturan, baik itu masalah ketenagakerjaan ataupun aturan lainnya yang sudah menjadi acuan di kabupaten ini.” Jelas salah seorang orator dari SPN Cianjur.

“Selama belum mendapat kejelasan dari pihak perusahaan kami akan tetap memperjuangkan hak kami para buruh, baik itu sisi jam pekerjaan, upah lembur yang selama belum mendapat pembayaran yang seimbang ataupun jaminan kesehatan bagi para buruh, dan kami akan tetap mendesak pihak pemerintah daerah agar bisa bertindak adil.” tegas orator pendemo. 
Bahkan hal aneh serta jadi tanda tanya besar yang di alami salah seorang awak media yang tengah meliput aksi unras tersebut guna mendapat berita yang akurat serta berimbang, ketika mencoba masuk ke dalam pabrik hendak meminta tanggapan dari pihak manajemen pabrik, justru malah di hadang salah seorang Security di pintu gerbang yang mengatakan tidak boleh ada media yang masuk. 
Padahal keberadaan media atau jurnalis di lindungi undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. (Gun/Dns)

Pos terkait