Terima 150.000 Dollar Singapura dari Anggu, Nurdin Abdullah: Itu untuk Pilkada Bulukumba

  • Whatsapp

Pantau24jam.com – Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menjadi saksi kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terdakwa Agung Sucipto (Anggu). Dalam kesaksiannya, Nurdin Abdullah mengaku menerima uang 150.000 dollar Singapura dari Anggu.

Ia menjelaskan, uang yang diberikan Anggu untuk pemenangan Tommy Satria-Andi Makkassu di Pilkada Bulukumba 2020. “Sama sekali tidak, ini murni untuk pemenangan Pilkada Bulukumba. Membantu calon kita di Bulukumba, pasangan Tommy dengan Andi Makkassau,” kata Nurdin Abdullah saat menjawab pertanyaan JPU KPK Ronald Ferdinand Worotikan, Kamis (10/6/2021). Nurdin Abdullah kembali menegaskan uang tersebut juga akan digunakan untuk pemenangan Tommy-Andi Makkasau di Pilkada Bulukumba 2020.

“Jadi itu bukan untuk pribadi saya, tapi untuk Pilkada Bulukumba. Anggu juga salah satu pengurus partai, pengusaha juga, ingin calonnya menang di Pilkada Bulukumba,” beber Nurdin Abdullah.

Sekadar diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap (OTT) Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Makassar, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 01.00 Wita. Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Minggu (28/2/2021) dini hari. Selain Nurdin Abdullah, 5 orang lainnya berinisial AS (kontraktor), NU (sopir AS), SB (Adc Gubernur Prov. Sulsel), ER (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan), dan IR (Sopir ER) ikut diamankan. Nurdin Abdullah bersama lima orang lainnya ditangkap oleh tim KPK yang berjumlah sembilan orang di rumah jabatan Gubernur Sulsel Jalan Jendral Sudirman, Makassar. Dari penangkapan itu, KPK menyita 1 koper berisi uang Rp 1 miliar yang diamankan di rumah makan nelayan Jalan Ali Malaka, Makassar. Nurdin Abdullah bersama 5 orang lainnya langsung dibawa ke Jakarta dengan pengawalan dari tim Gegana, Brimob Polda Sulsel.

Pos terkait