Polisi Gelar Pra-Rekonstruksi Tewasnya Santri Darul Arafah

  • Whatsapp

MEDAN – pantau24jam.com. Pihak kepolisian mengintensifkan penyidikan kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seorang santri Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pesantren Darul Arafah berinisial FWA (15) warga Aceh Tamiang. Ahad, 6/6/2021 dini hari.

Polisi dikabarkan akan melakukan prarekonstruksi untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, Senin (7/6/2021).

“Penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polrestabes Medan. Masih dicari baketnya, nanti kami sampaikan,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan. Senin, 7/6/2021.

Berdasarkan informasi diperoleh, korban dinyatakan meninggal dunia setelah dadanya dipukul terduga pelaku berinisial APH (16), warga Gunung Tua, Kabupaten Paluta yang disebut kakak kelasnya.

“Ya anakku dipukuli (bully) kakak kelasnya hingga meninggal dunia,” kata ayah korban, Tri Wahyudi di RS Bhayangkara Medan, Ahad (6/6/2021).

Tri Wahyudi melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kutalimbaru. Petugas kemudian mendatangi Pesantren Darul Arafah di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Tri Wahyudi mengungkapkan, anaknya sudah dua tahun belajar di Pesantren Darul Arafah tingkat SMP kelas II. Selama berada di Pesantren Darul Arafah korban kerap dibully kakak kelasnya.

“Anak ku pernah menghubungi kalau kerap dikompas (peras) kakak kelasnya. Bahkan, makanannya juga sering dirampas,” ungkapnya, mengaku tidak menyangka kalau putranya meninggal karena mengalami tindak kekerasan.

Sementara, personil Polsek Kutalimbaru dari hasil penyelidikan dengan memintai sejumlah keterangan saksi-saksi telah mengamankan terduga pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Ipda Syarizal, saat dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut. Namun, dia belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

“Iya benar, saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk di otopsi. Sedangka pelaku telah kami amankan dan masih diperiksa secara intensif,” pungkasnya.

Red

Pos terkait