Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tahu Tempe Merintih Minta Solusi

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri menyampaikan akan ada penyesuaian harga yang terjadi pada harga tempe dan tahu.

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, harga tempe ditaksir akan mencapai Rp17.000 dari sebelumnya Rp16.000 per kilogram (kg). Sementara harga tahu mencapai Rp700 dari Rp650 per potong.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin, menginginkan pemerintah untuk mencari solusi selain menaikkan harga. Dilansir Limapagi.com.

Tujuannya agar masyarakat sebagai konsumen utama tempe dan tahu tidak merasa terbebani dengan adanya kenaikan harga.

“Namun kalau bisa jangan terus-terusan seperti ini, kan kasihan. Jadi harus cari solusi yang lain, apakah kedelai lokal yang ditingkatkan produksinya, atau bagaimana, kami serahkan kepada pemerintah yang punya wewenang dan punya kuasa,” kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin. Sabtu, 5/6/2021.

Kendati demikian, Aip memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengumumkan rencana kenaikan harga tempe tahu. Masyarakat dapat mengetahui gejolak permasalahan tingginya harga kedelai yang terjadi di pasar global.

“Sehingga Kemendag mengumumkan kenaikan harga tempe tahu supaya kami kalau jualan ke pasar, pedagang dan masyarakat tahu kalau naiknya itu hanya sedikit antara 10 sampai 20 persen. Intinya itu makanya kami berterima kasih kepada pemerintah,” jelasnya.

Sebagai catatan, Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia masih relatif tinggi. Pada awal Juni 2021 harga kedelai berada di kisaran USD15,42 per bushels atau sekitar USD566 per ton.

Dengan kondisi tersebut maka landed price berada di kisaran Rp9.376 per kg, sementara di tingkat importir berada di kisaran Rp10.206 tiap kilonya.

Andi Maryam / Andiz

Pos terkait