Premium Hilang Peredaran Di Tahun 2022, Ternyata Pemerintah Terlilit Perjanjian Ini

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Pemerintah tahun depan akan segera menjalankan rencana penghapusan BBM jenis premium di wilayah Jawa hingga Bali. Meski sudah dilakukan bertahap, penghapusan premium ini ternyata Indonesia terlilit perjanjian yang pernah ditandatangani bersama.

Perjanjian tersebut menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dijalankan pemerintah Indonesia dalam melakukan implementasi atas langkah mengurangi emisi karbon sebagaimana tertuang dalam perjanjian Paris (Paris Protokol).

Berdasarkan penelitain, target pengurangan emisi karbon antara 29-40 persen akan sulit tercapai bagi Indonesia jika penggunaan bahan bakar dengan Ron 88 atau jenis premium tetap digunakan. Mengingat bahan bakar Ron 88 masih memiliki kandungan timbal yang cukup besar dan dinilai kurang ramah lingkungan. Dilansir Onlineindo News.

Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB) atau sebelumnya bernama Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, Ahmad Safrudin menganggap BBM jenis Pertalite dan Dexlite sebagai dua dari bahan bakar umum disebut sebagai bahan bakar yang tidak lagi layak berdasarkan standar emisi kendaraan yang berlaku di Indonesia.

Terlebih, sejak 2005, Indonesia mewajibkan standar kendaraan bermotor mengacu pada Euro2/II standar. Penerapan standar ini, lanjut dia, mengharuskan prasyarat tersedianya BBM yang antara lain bensin dengan RON 92 (min), sulfur 500 ppm (max), dan lead 0,013 gr/L (max), dan solar dengan cetane number/CN 51 (min), sulfur 500 ppm (max).

Kemudian, lanjutnya, pada Oktober 2018, pemerintah memperketat standar emisi kendaraan dengan mewajibkan Euro 4/IV standard yang mengharuskan ketersediaan bensin dengan RON 92 (min), sulfur 50 ppm (max), dan lead 0,005 gr/L (max), dan solar dengan CN 51 (min), sulfur 50 ppm (max).

BBM yang memenuhi syarat menurutnya adalah bensin yang setara dengan Pertamax dan Pertamax Turbo. Sementara untuk solar adalah Solar Perta-Dex dan Perta-Dex HQ (High Quality).

Pemerintah yang rencananya akan melakukan penghapusan BBM jenis Premium dengan Ron 88 mulai tahun depan di wialyah Jawa, Madura dan Bali harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Hal ini diungkap Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti agar pemerintah terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat bawah. Karena Premium dinilai saat ini penggunaannya masih banyak dari masyarakat bawah, jangan sampai berdampak buruk bagi mereka.

“Edukasi paling penting terutama bagi masyarakat tingkat bawah harus dijelaskan bagaiman penggunaan premium akan berdampak buruk terhadap kehidupan ke depan,” ungkap Lanyala dalam keterangannya di Jakarta.

Rencana yang akan dilakukan mulai 2022 ini, sebelumnya telah diantisipasi pemerintah dengan meluncurkan satu jenis bahan bakar jenis Pertalite yang memiliki ron 90 di atas jenis premium.

“Penghapusan BBM Ron 88 akan memperbaiki kualitas udara di Indonesia. Kebijakan itu merupakan dukungan terhadap program langit biru yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) yang harus didukung demi perbaikan lingkungan,” ungkap LaNyalla.

Red

Pos terkait