Diduga Tambang Galian C Tidak Kantongi Izin, Kabid Humas Polda Sumut: Jika Ditemukan Pidananya Akan Kita Tindak!

  • Whatsapp

DELI SERDANG – pantau24jam.com. Aktivitas beberapa lokasi Galian C yang diduga illegal di kawasan Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara kini terus dipertanyakan warga.

Pasalnya, kegiatan Galian C yang sudah beroperasi lebih kurang selama 4 tahun sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat penegak hukum. Di lansir Sumateranews.co.id

Akibatnya, warga terus resah. Di samping menyebabkan timbulnya abu dan mengganggu polusi udara, juga membuat jalanan rusak akibat dilintasi kendaraan-kendaraan truk yang mengangkut material galian C dari lokasi tambang.

“Kami mohon kepada Bapak Kapolda Sumut, dan Kapolresatbes Medan untuk melakukan razia dan menindak pelaku penambang Galian C yang diduga tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah dan Intasnsi terkait. Saya menduga mereka tidak ada satupun yang ada mengantongi izin resmi,” sebut salah satu warga setempat, yang minta identitasnya dirahasiakan.

Warga ini berharap, Pemprovsu dan Pemkab Deli Serdang serta Kecamatan Pancur Batu untuk tidak diam diri dan tidak tutup mata melihat situasi Desa Namorih yang sangat banyak abu dan membuat jalanan rusak akibat melintasnya truk truk pengangkutan dari galian c tersebut.

“Dari mana dia ambil izin galian kalau yang dia ambil itu pasir dan batu mangga dan batu kelapa dari sungai. Apa bisa pasir dan batu diambil dari sungai dan dijual keluar dari galian C, dari mana itu izinnya? dan kalau bisa ditangkap dan dipenjarakan sajalah yang melakukan aktivitas galian C yang tanpa mengantongi izin di Desa kami ini agar ada efek jeranya,” tandasnya, menambahkan.

“Sangat sering sekali pengangkutan dari galian C illegal tersebut mendatangkan penyakit bagi masyarakat setempat, dimana abu dari melintasnya truk tersebut sangat lah mengganggu kesehatan kami warga di sini. Kami tidak tau kemana kami melaporkan hal ini. Maka kami mohon kepada wartawan agar memberitakan hal ini,” harapnya, Jumat (4/6/2021) sore.

Dia lanjutkan, selain menimbulkan abu yang banyak dan menggangu kesehatan, aktivitas mobil pengangkutan juga dikhawatirkan dapat membahayakan para pengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan Namorih.

“Beberapa hari yang lalu ada truk yang terbalik dan membawa muatan material dari salah satu galian C yang ada di Desa Namorih ini. Jelas hal tesebut membahayakan warga kalau sempat ada yang tertimpah sudah pasti tidak tertolong. Maka dari itu, sekali lagi saya mohon kepada Camat Pancur Batu agar segera menutup galian C yang tidak punya izin resmi dari Pemerintah,” tuturnya.

Desakan serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Garda Peduli Indonesia (GPI), Frisdarwin Arman Bakti ST. Menurutnya, masyarakat sudah resah akibat aktivitas galian C tersebut. Kemudian jelas merugikan pemerintah karena beroperasi tanpa mengantongi izin.

“Saya minta Bapak Kapolda Sumut segera menurunkan tim ke lokasi Galian C di Desa Namorih, khususnya di Dusun I, Dusun II dan Dusun III. Apabila para pelaku galian tidak dapat menunjukan surat izin atau sejenisnya, polisi harus segera menangkap pemilik lokasi galian dan juga mengamankan alat yang digunakan untuk mengambil dan menganggkut material seperti excavator dan truck engkel,” tegas dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi SIK, saat dikonfirmasi terkait galian C yang diduga Ilegal tesebut menyampaikan, ucapan terimakasih atas Informasi tersebut.

“Jika aktivitas itu tidak memiliki izin, merusak ekosistem dan mengakibatkan kerugian masyarakat sekitar yang lebih besar tentu kita akan mendorong instansi terkait dan untuk menghentikan dan jika ditemukan pidananya pasti akan kita tindak,” ungkap Pria lulusan Akademi Polisi (Akpol) Tahun 1998 ini.

Red

Pos terkait