UMKM Punya Peran Strategis Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

Pantau24jam.com – Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Septriana Tangkary bahwa peran Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) mempunyai peran strategis dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. 

“Dalam usaha pemulihan ekonomi, masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM juga mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Septriana Tangkary dalam membuka acara Webinar Creative Talk Pojok Literasi ‘Geliat Ekonomi Digital Kota Yogya di Tengah Pandemi’ Selasa, 3 Juni 2021.

Menurutnya, pemerintah memberikan kemudahan, stimulus fiskal dan moneter seyogyanya disambut dengan positif oleh pelaku usaha dengan menggerakkan usahanya secara baik. 

Selanjutnya, Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh menyampaikan bahwa pelaku UMKM mengalami dampak terjadinya pandemi seperti: penurunan pendapatan, penundaan pelunasan pinjaman dan bantuan modal. 

Akan tetapi pemerintah Indonesia memberikan stimulus, antara lain restrukturisasi pinjaman, bantuan modal, keringanan tagihan listrik, dan dukungan pembiayaan.

“Indeks Literasi Digital Indonesia (2020), berada pada skala sedang menuju baik yaitu skala 3,47 dari 5,00. Hal ini perlu menjadi perhatian dan tantangan kita bersama untuk dapat bekerja keras dalam meningkatkan kapasitas SDM Digital, terang Chairul Saleh.

Chairul menambahkan bahwa sektor informasi dan komunikasi serta industri pengolahan adalah dua kontribusi perekonomian kota Yogyakarta pada tahun 2020. Sementara potensi industri kecil dan menengah di kota Yogyakarta diantaranya makanan, obat tradisional, kerajinan kulit, alumunium dan tekstil.

Kemudian Regional Manager Link Aja Jateng-DIY, Theodora Gagarina menjelaskan sebagai salah satu bentuk financial technology asli Indonesia, Link Aja berniat memperluas upaya akselerasi inklusi keuangan dan ekonomi di Indonesia. Keberadaan Link Aja sebagai alat pembayaran cashless tentunya kelak akan mempermudah proses transaksi.

“Link Aja kian merambah, tidak hanya di cafe tapi juga di pasar pasar dan pelaku usaha iconic. Tahun ini Link aja melakukan ekspansi yang lebih luas, yaitu second layer, atau pasar di kabupaten, supaya memberikan akses layanan mudah, cepat dan aman bagi pengguna,” ungkapnya.

Pendiri Difa Bike, Triyono mengatakan, Difa bike beriorientasi dalam permasalahan transportasi bagi difabel yang selama ini belum terselesaikan. “Kami berusaha mencari solusi dan membantu berpartisipasi menyelesaikannya,” ujarnya.

Triyono menambahkan bahwa penyelamat UMKM adalah network, bangun komunitas, manfaatkan medsos bagian dari network serta Pengelolaan keuangan yang baik.

Pos terkait