Gubernur Banten Nonjob-kan 20 Pejabat Dinkes Banten yang Mundur

  • Whatsapp

Pantau24jam.com – Menanggapi mundurnya 20 pejabat di jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Gubernur Banten Wahidin Halim akan menonjolkan 20 eselon III dan IV di lingkungan Dinkes Banten. Keputusan itu diklaim sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Wahidin mengatakan, sebenarnya abdi negara yang mundur dari jabatannya itu layak dipecat. Sebab, mereka dinilai sudah tidak patuh dan disiplin dalam melaksanakan tugas negara.

“Dipecat sudah cukup alasan, karena tidak disiplin, baca aturannya, tidak disiplin hukuman berat atau dipecat. Kemungkinan semua akan dinonjobkan. Pemahaman saya, ketika dia mengundurkan diri, berarti dia siap diberhentikan dan siap tidak punya pekerjaan,” kata Wahidin Dalam sebuah Video di Akun Instagram @wh_wahidinhalim.

Wahidin menyesalkan hal itu terjadi di tengah situasi Dinkes Banten sedang mendera kasus hukum. Pihaknya memahami, aksi itu dilakukan karena ada temannya jadi tersangka dan ditahan. Tapi, ketika sudah menyatakan mengundurkan diri di tengah semuanya konsentrasi untuk menangani Covid-19, menurut Wahidin hal itu tindakan yang bertentangan dengan tugas dan sumpah jabatan.

“Lebih dari itu memang perbuatan indisipliner, bukan sekedar dia mundur dan meninggalkan jabatan, bukan seperti itu. Apapun tidak boleh disersi, tidak boleh dong, harus disampaikan dulu apa persoalannya pada pimpinan dalam hal ini gubernur. Jadi jangan kabur gitu saja, ini yang menurut saya, harus saya berikan hukuman,” katanya.

Wahidin mengatakan, Agar pelayanan tetap berjalan maksimal, dirinya meminta kepada para staf di Dinkes Banten untuk tetap bekerja di kantor. Jangan terpengaruh dengan pejabat yang telah mengundurkan diri.

“Saya minta staf yang sekarang untuk tetap bekerja, tidak perlu bekerja di luar kantor, harus di kantor. Kalau tidak, kita akan berikan hukuman. Kalian sebagai ASN dan non ASN digaji oleh negara, harus bekerja, kalau tidak, saya akan berikan sanksi,” ujarnya.

Untuk diketahui, 20 pejabat dinas kesehatan Provinsi Banten melakukan mengundurkan diri massal, pasca ditetapkannya seorang kawannya dalam kasus dugaan koruspsi masker yang kini tengah di tangani oleh Kejaksaan Tinggi Banten.

Pos terkait