Bahas Kepastian Pemberangkatan Jamaah Haji, Menag Temui Jokowi Hari ini

  • Whatsapp

Pantau24jam.com –  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas diagendakan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Rabu (2/6/2021) pagi. Dia akan membahas soal kepastian pemberangkatan jamaah haji Indonesa dengan Kepala Negara.

Saat ini belum dapat dipastikan apakah jamaah haji asal Indonesia bisa berangkat untuk beribadah haji 2021. Namun, bukan tidak mungkin keputusan memberangkatkan atau tidak jamaah haji diputuskan pada hari ini.

Sebelumnya, Kemenag juga telah melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI. Bahkan, para anggota DPR mendesak agar pemerintah segera memutuskan pelaksanaan Haji 2021. Pasalnya, saat ini waktu pelaksanaan Haji 2021 juga sudah sangat mepet dan belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PKB, Marwan Dasopang meminta pemerintah tidak usah menunggu keputusan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Marwan pun mengatakan mengenai urusan persiapan haji oleh Kemenag di dalam negeri sudah maksimal.

“Persiapan yang bisa kita lakukan menurut saya apa yang dilakukan oleh Menteri atau yang kita siapkan di dalam Panja sudah maksimal. Seluruh kemungkinan yang akan terjadi sudah kita kaji dan sudah kita siapkan,” ungkapnya

Bahkan, kata Marwan, persoalan vaksin Covid-19 khusus untuk jamaah haji pun telah diambil langkah. “Dan bahkan vaksin yang dipersoalkan menurut laporan Pak Menteri tadi itu sudah diambil langkah berikutnya yaitu mendapatkan vaksin Johnson Johnson.”

Marwan mengatakan meskipun dari pemerintah Indonesia untuk haji telah dipersiapkan dengan matang, namun keputusan boleh atau tidak memberangkatkan jamaah haji ada di tangan Arab Saudi.

“Karena itu dalam kategori kewajiban kita dalam persiapan sebetulnya tidak ada yang salah. Maka keputusan Saudi atau yang terkait di dalam kepastian boleh kita memberangkatkan Jamaah itu dari pihak Saudi ya, tentu tidak bisa kita putuskan, keputusannya di sana,” katanya.

Oleh karena itu, Marwan mengatakan bahwa telah ada 20 negara yang dilarang masuk dan 11 negara yang diizinkan masuk ke Saudi bukan dalam konteks haji.

“Sebetulnya tidak ada kaitan dengan kesempatan menunaikan ibadah haji, itu untuk mengunjungi Saudi. Maka itu sebetulnya keliru kalau ada pendapat mengatakan bahwa kita sudah tidak diberi, sudah dilarang nih, bagaimana. Menurut saya itu tidak ada kaitannya,” katanya.

Pos terkait