Dugaan Temuan Plagiasi Calon Rektor Universitas Halu Oleo, Koalisi Pemuda Mahasiswa Anti Plagiasi Unjuk Rasa

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Koalisi Pemuda Mahasiswa Anti Plagiasi berunjuk Rasa terkait dugaan plagiasi calon Rektor Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara.

Unjuk rasa dipimpin Koordinator Lapangan Pimpinan perguruan tinggi, Muh Sawal Ampera berlangsung di Kemendikbud Ristek RI Jl. Jend. Sudirman No.19, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat,

“Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam setiap kehidupan manusia, terlebih lagi bagi kalangan mahasiswa dan akademisi yang hampir setiap waktunya di isi dengan belajar, mengamati, membaca
dan sebagainya”, ujar Koordinator Lapangan, Muh Sawal Ampera.

Olehnya itu pentingnya kita menjaga nilai-nilai integritas dalam memperdalam ilmu di bidang pendidikan terkhusus di kalangan mahasiswa dan akademisi.

Tak terkecuali dilingkup Universitas Halu Oleo yang masih menjadi perbincangan public maupun di kalangan masyarakat terpelajar.

“Fakta-fakta ini tentunya di buktikannya atas kegaduhan yang menimpa Universitas Halu Oleo atas temuan dugaan Plagiasi Calon Rektor Universitas Halu Oleo, yang dimana keputusan tentang plagisai menjadi polemik tersendiri atas dikeluarkannya dua surat yang sama tentang keputusan ditemukannya dan tdk ditemukannya plagiasi calon Rektor UHO”, jelasnya

“Hal ini pula kami memiliki pandangan berbeda terkait keputusan Menteri Pendidikan tersebut yang kami anggap ambigu dan plimpan, pandangan kami bukan tanpa alasan yang jelas”, tambahnya

Merespon surat yang di tanda tangani Dirjen Dikti A.n Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 0263/E.E4/KP.07.00/2021 tanggal 15 April 2021 perihal tindak lanjut pengaduan masyarakat dan surat yang di tanda tangani Dirjen Dikti Nomor 0301/E.E4/KP.07.00/2021 tanggal 10 mei 2021 tentang penegasan dan arahan pemilihan Rektor UHO periode 2021-2025 yang di tujukan kepada ketua senat UHO terdapat beberapa hal yang perlu diklaririfikasi demi menjaga integritas KEMNDIKBUD RISTEK RI.

Olehnya itu kami dari Koalisi Pemuda Mahasiswa Anti Plagiasi meminta beberapa poin agar menjadi pertimbangan di antaranya sebagai berikut

  1. Bahwa surat pertama Nomor 0263/E.E4/KP.0700/2020 tertanggal 15 April 2021 yang ditanda tangani DIRJEN DIKTI A.n Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada point 2.a berdasarkan hasil review dan analisis team pencari fakta telah menyimpulkan bahwa Muh. Zamrun Firiu telah melakukan tindakan plagiat sehingga menurut Permendiknas no. 17 Tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak plagiat diperguruan tinggi maka Muh Zamrun Firiu tidak memenuhi syarat dalam penjaringan bakal calon Rektor UHO periode 2021-2025.
  2. Bahwa DIRJEN DIKTI merespon surat ketua senat UHO No. 62/UN29.SA/2021 Tanggal 21 April 2021 kembali membentuk team review independen dan hasilnya menyatakan bahwa tidak terdapat tindak plagiat yang dilakukan oleh Muh. Zamrun Firiu berdasarkan Permendiknas
    No. 17 Tahun 2010 sesuai surat No. 0301/E.E4/KP.07.00/2021 Tanggal 10 Mei 2021 yang ditandatangani DIRJEN DIKTI.
  3. Bahwa terdapat hasil review antara team pencari fakta dan review independen sehingga perbedaan ini menimbulkan pertanyaan yaitu team mana yang melakukan kekeliruan dalam melakukan kajian.
  4. Bahwa sebuah tindakan plagiat atau copy paste dikatakan sebagai bukan tindakan plagiat melalui surat Direktorat Jendral Dikti
    No.0301/E.E4/KP.07.00/2021 maka keputusan tersebut memiliki Implikasi
    diantaranya :

a) Dosen akan kesulitan mengoreksi karya tulis mahasiswa sebab standar etik baru pada karya ilmiah Muh. Zamrun Firiu membolehkan Copy paste seluruh kalimat dari beberapa paragraf yang berasal karya tulis orang lain.

b) Keputusan tersebut menyulitkan perguruan tinggi untuk mendorong tumbuhnya Originalitas karya, kreatifitas, dan inovasi. Sebab dengan menyalin karya orang lain sampai 70% kemiripannya masih diputus atau dinyatakan tidak kategorin plagiasi.

  1. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka kami memohon agar :
    a) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Rizet dan Teknologi melakukan pendalaman dan memeriksa atas perbedaan hasil dari dua team review bentukan Kemdikbud dengan melibatkan Ombudsman RI dan pengawasan DPR RI dalam hal ini komisi X.
    b) Dilakukan penegasan atas Permendiknas N0.17 Tahun 2010 terkait dengan tindakan plagiat yang dilakukan oleh Muh. Zamrun Firiu baik menyangkut pemeriksaan atas subtansi plagiat maupun segala hal yang menyangkut konsekuensinya.
    c) Dilakukan penundaan pemilihan Rektor UHO yang awal direncanakan tanggal 16 Juni 2021 hingga terdapat keputusan
    yang tegas tentang dugaan tindakan plagiat tersebut di atas sesuai Permendiknas No. 17 Tahun 2010.
    d) Mencurigai adanya indikasi korupsi dan tekanan politik dibalik keluarnya surat Dirjen Dikti yang meloloskan Calon Rektor Plagiat
    e) Mendesak Kemdikbud Ristek Dikti untuk menerapkan Permen No.21 Tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian

Zoel / Andiz

Pos terkait