Terkini Bisnis: Pelanggan Telkomsel Kena Tipu hingga Pan Brothers Digugat PKPU

Pantau24jam.com – Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Ahad pagi hingga siang ini, 30 Mei 2021, dimulai dari cerita pelanggan Telkomsel yang ditipu dengan modus penawaran poin.

Berikutnya ada berita tentang MUI yang meminta Erick Thohir tak menyerahkan kursi komisaris BUMN untuk kepentingan balas budi politik dan PT Pan Brothers Tbk. yang digugat PKPU oleh PT Maybank Indonesia Tbk. Ada juga berita tentang pernyataan Luhut yang ingin tak ada lagi impor paracetamol dan tanggapan Calon Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid soal perubahan waktu dan lokasi Munas Kadin.

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Pelanggan Telkomsel Kena Tipu dengan Modus Penukaran Poin

“Penelepon tersebut menyampaikan bahwa poin Telkomsel milik saya akan hangus. Sehingga, ia menawarkan penukaran poin berupa pembebasan penagihan kartu pasca bayar pelanggan selama tiga bulan atau voucher belanja senilai Rp 1 juta,” kata Azmi, Sabtu, 29 Mei 2021.

Azmi kemudian memilih agar poinnya ditukar dengan pembebasan tagihan pulsa. Lalu orang di telepon itu menyampaikan masih tersisa seribuan poin yang jika dirupiahkan senilai Rp 1 juta. Orang itu menawarkan untuk ditransfer dengan syarat mengikuti arahan dia.

2. MUI Minta Erick Thohir Tak Beri Kursi Komisaris BUMN untuk Balas Budi Politik

Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Majelis Ulama Indonesia atau MUI Anwar Abbas menyoroti langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir memilih sejumlah komisaris perusahaan pelat merah. Ia meminta Erick tak menggunakan kesempatan penunjukan bos perseroan untuk kepentingan balas budi politik.

“Penunjukannya  terkesan lebih banyak bernuansa  sebagai balas budi karena yang bersangkutan (komisaris) telah berkontribusi di dalam pilpres dan atau pemilu yang baru lalu,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 30 Mei 2021.

Anwar mengatakan semestinya dalam memilih sosok yang mengisi jabatan tinggi di BUMN, pemerintah sebagai pemegang saham terbesar memiliki standar tertentu. Di antaranya, mereka harus memiliki pengetahuan, kompetensi, pengalaman, dan kredibilitas yang mumpuni.

3. Usai Sritex, Giliran Perusahaan Tekstil Pan Brothers Digugat PKPU

Daftar nama perusahaan besar yang terhantam badai pandemi Covid-19 semakin bertambah. Setelah Sritex, pabrik tekstil dan produk tekstil dalam negeri lainnya, PT Pan Brothers Tbk. juga tengah menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang atau PKP

4. RI Masih Impor Paracetamol, Luhut: Kita Mau Hentikan Ini Semua

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah harus berupaya mengurangi produk impor, khususnya bahan baku obat domestik. Musababnya sampai saat ini, 95 persen bahan baku obat masih didatangkan dari luar negeri.

“Kita lihat, paracetamol masih kita impor. Kita mau hentikan ini semua. Anda bisa bayangin enggak (molekul) Na-Na-Na-Na ini ada empat, 100 persen kita impor. Anda bisa bayangin enggak, masa bangsa besar ini mau jadi tempat market orang lain,” ujar Luhut melalui videokonferensi dalam acara halal bihalal Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat malam, 28 Mei 2021.

Menurut Luhut, sebagai Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, ia telah berbicara dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi persoalan impor produk farmasi. Menurut dia, pemerintah harus segera mendongkrak penyerapan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN dan memaksimalkan potensi yang ada

Adalah PT Maybank Indonesia Tbk. yang mengajukan PKPU terhadap perusahaan berkode saham PBRX tersebut. Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta pada Senin lalu, 24 Mei 2021 dengan nomor perkara 245/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst.

Dalam petitum gugatannya, Maybank meminta majelis hakim mengabulkan tujuh permohonannya.

5. Munas Kadin Diundur, Arsjad Rasjid: Siapkan Napas dan Stamina Lebih Panjang

Calon Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menanggapi rencana Munas Kadin VIII yang lokasinya dan waktu pelaksanaannya berubah menjadi ke Kendari, Sulawesi Tenggara dan mundur ke tanggal 30 Juni 2021.   

“Pada dasarnya saya siap, kapan dan di mana pun Munas VIII Kadin akan digelar,” kata Arsjad Rasjid seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu, 29 Mei 2021. Munas yang di antaranya mengagendakan pemilihan ketua umum Kadin periode 2021-2026 itu semula dijadwalkan digelar pada 2-4 Juni 2021 di Bali.

Lebih jauh, Arsjad menyatakan, pihaknya akan tetap menghormati apa pun keputusan panitia Munas Kadin. Walaupun hal itu membawa konsekuensi bagi dia dan tim pendukungnya.

Related posts