Usut Dugaan Korupsi Pasar Balung Kulon, Polisi Geledah Pemkab Jember

Pantau24jam.com– Polres Jember membenarkan telah melakukan penggeledahan di ruangan kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemkab Jember yang ada di komplek kantor bupati.

Penggeledahan dilakukan Unit Tipikor Satreskrim Polres Jember selama beberapa jam pada Selasa (25/5) petang, usai jam kerja.

Ya benar, penggeledahan kemarin, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Pasar Balung Kulon,” tutur Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi di Mapolres Jember.

Dari foto yang dirilis, nampak penggeledahan oleh belasan penyidik Tipikor Polres Jember itu disaksikan oleh dua orang pegawai Pemkab Jember. Satu diantaranya adalah Cun Cun Siswoyo, pejabat Pemkab Jember yang pada masa pemerintahan bupati Faida, masuk dalam kelompok kerja (pokja) lelang proyek pasar di UKPBJ.

Cun Cun juga menjadi saksi di sejumlah persidangan kasus korupsi di lingkungan Pemkab Jember pada masa kepemimpinan bupati Faida. Salah satunya adalah sidang kasus korupsi renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya.

“Untuk kasus ini, kita sudah periksa 35 orang saksi, baik dari kalangan Pemkab Jember maupun dari kalangan swasta. Selain itu, kita juga sudah memeriksa 4 saksi ahli dari Universitas Jember,” papar Komang.

Penanganan atas proyek rehab Pasar Balung Kulon ini sebenarnya sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan sejak tahun lalu. Namun sampai saat ini, Satreskrim Polres Jember belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka.

Sempat tersiar kabar, penanganan kasus ini akan diambil alih oleh Polda Jatim. Terkait hal tersebut, Komang menjawab diplomatis.

“Untuk penetapan tersangka, kita akan melapor terlebih dahulu kepada Polda Jatim,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Malang Kota ini.
Komang menjelaskan, kasus ini sudah ada kemajuan.

Diantaranya didapatnya nilai kerugian negara berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yakni mencapai Rp 1,8 Miliar. Adapun total nilai proyek ini mencapai sekitar Rp 7,5 Miliar yang bersumber dari APBD Jember tahun 2019.

“Kita akan pelajari lebih lanjut hasil audit BPKP tersebut. Termasuk kemungkinan untuk melakukan penggeledahan lagi,” papar Komang.

Proyek Pasar Balung Kulon dikerjakan pada tahun 2019 saat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jember dijabat oleh Danang Andri Asmara dengan status sebagai Plt.
Danang menduduki jabatan itu dan mengerjakan proyek rehab sejumlah pasar tradisional, untuk menggantikan Kepala Disperindag sebelumnya, Anas Maruf.

Bupati Jember saat itu, dr Faida memindah Anas Maruf ke Dinas Pariwisata ketika kejaksaan sedang menyidik kasus proyek rehab pasar tradisional.

Yakni proyek rehab Pasar Manggisan yang dikerjakan tahun 2018. Pada akhirnya, Anas Maruf menjadi satu-satunya pejabat Pemkab Jember yang terseret dan divonis 4 tahun penjara oleh PN Tipikor Surabaya pada tahun 2020. 

Related posts