Pemerintah Qatar Janjikan Bantuan senilai US$ 500 juta atau Rp 7 Triliun untuk Gaza

  • Whatsapp

Pantau24jam.com. Pemerintah Qatar menjanjikan bantuan senilai US$ 500 juta atau Rp 7 triliun (kurs Rp 14 ribu) untuk rekonstruksi di Jalur Gaza yang hancur akibat bombardir Israel.

“Negara bagian Qatar mengumumkan US$ 500 juta untuk mendukung rekonstruksi Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam sebuah tweet dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 27/5/2021.

Al Thani menuturkan Qatar akan terus mendukung kemerdekaan Palestina.

Qatar sering menjadi penengah antara Israel dan Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza sejak 2007. Negara Teluk itu telah menyumbangkan ratusan juta dolar dalam bantuan kemanusiaan dan pembangunan untuk mendukung gencatan senjata di waktu-waktu sebelumnya.

Dana tersebut bertujuan untuk membantu warga Gaza Palestina menghadapi tantangan hidup yang ditimbulkan oleh serangan Israel. “Dan untuk berkontribusi pada rekonstruksi fasilitas layanan di Gaza selain rumah-rumah yang dihancurkan,” kantor berita resmi QNA melaporkan.

Pekan lalu Kairo juga menjanjikan US$ 500 juta untuk rekonstruksi di kantong Palestina, yang telah diblokade Israel selama lebih dari 13 tahun.

Sementara itu, Kelompok Hamas berjanji tidak akan menyentuh sama sekali bantuan internasional untuk membangun kembali Jalur Gaza yang hancur setelah Israel membombardir daerah itu selama 11 hari.

“Saya menegaskan komitmen kami untuk tidak mengambil satu sen pun yang dimaksudkan untuk rekonstruksi dan upaya kemanusiaan,” kata Yahya Sinwar, kepala sayap politik Hamas, dikutip dari Aljazeera, Kamis, 27/5/2021.

Yahya Sinwar menjanjikan distribusi bantuan yang transparan dan tidak memihak. Ia membantah pula tuduhan Hamas kerap mengambil bantuan internasional yang ditujukan untuk Jalur Gaza.

“Kami tidak pernah mengambil satu sen pun di masa lalu,” tuturnya.

Pernyataan Sinwar datang sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menjanjikan bantuan negaranya dalam membangun kembali Gaza Selasa kemarin. Namun Blinken menekankan bahwa bantuan itu tidak boleh menguntungkan Hamas.

Sumber: ALJAZEERA

Pos terkait