Kejaksaan Giring Mantan Kadis Kesehatan Bulukumba, Ini Penyebabnya

BULUKUMBA – pantau24jam.com. Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba menyerahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Bulukumba tahun 2019, pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba. Kamis, 27/5/2021.

Penyerahan tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap dua tersebut dilakukan setelah pihak kejaksaan menyatakan berkas perkara dan barang bukti sudah lengkap atau P21.

Dilansir dari Kureta.com. Empat tersangka dalam kasus tersebut masing-masing, mantan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, AA; Bendahara Dinas Kesehatan, IR; Kasubag Keuangan, ER; dan seorang sopir yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), EH.

Dua orang tersangka yakni AA dan EH dibawa menggunakan mobil Toyota Inova. AA (mengenakan rompi) saat digiring menuju mobil Kejaksaan Negeri Bulukumba, Kamis, (27/5/2021). Keduanya langsung menuju kota Makassar. Sedangkan dua tersangka ER dan IR masih berada di Bulukumba.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali, menjelaskan setelah pelimpahan tersebut, proses hukum selanjutnya menjadi kewenangan pihak kejaksaan.

“Tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke JPU, jadi sekarang sudah menjadi kewenangan jaksa,” ujar Ipda Muhammad Ali saat ditemui di Polres Bulukumba.

Sementara, barang bukti yang diserahkan kepada jaksa berupa semua dokumen, mulai perencanaan, kemudian pelaksanaan hingga pertanggung jawaban (SPJ) keuangan yang telah dikelolah Dinas Kesehatan Bulukumba, beserta satu unit rumah senilai Rp 136 juta.

Satu unit rumah kita sita dari salah satu tersangka yang terletak di Bulukumba.

Kepala Seksi bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima empat tersangka beserta barang bukti.

“Empat-empatnya tersangka kita sudah terima. Kemudian melengkapi semua administrasinya untuk dilimpahkan ke persidangan,” ujar Andi Thirta Massaguni.

Andi Thirta menambahkan, saat ini dua tersangka dibawa langsung ke Kota Makassar, mereka mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, AA dan seorang driver, EH. Sedangkan dua tersangka lainnya akan menyusul.

“Untuk kedua lainnya yakni ER dan IR akan menyusul,” terangnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat orang tersangka, diantaranya mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, AA, Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan, ER, Bendahara Dinas Kesehatan, IR dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan driver, EH.

Kasus korupsi ini mulai diselidiki polisi sejak tahun 2019 lalu yang menemukan adanya dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 13,4 miliar sesuai hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI

Red.

Kejaksaan Giring Mantan Kadis Kesehatan Bulukumba, Ini Penyebabnya

BULUKUMBA – pantau24jam.com. Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba menyerahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Bulukumba tahun 2019, pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba. Kamis, 27/5/2021.

Penyerahan tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap dua tersebut dilakukan setelah pihak kejaksaan menyatakan berkas perkara dan barang bukti sudah lengkap atau P21.

Dilansir dari Kureta.com. Empat tersangka dalam kasus tersebut masing-masing, mantan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, AA; Bendahara Dinas Kesehatan, IR; Kasubag Keuangan, ER; dan seorang sopir yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), EH.

Dua orang tersangka yakni AA dan EH dibawa menggunakan mobil Toyota Inova. AA (mengenakan rompi) saat digiring menuju mobil Kejaksaan Negeri Bulukumba, Kamis, (27/5/2021). Keduanya langsung menuju kota Makassar. Sedangkan dua tersangka ER dan IR masih berada di Bulukumba.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali, menjelaskan setelah pelimpahan tersebut, proses hukum selanjutnya menjadi kewenangan pihak kejaksaan.

“Tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke JPU, jadi sekarang sudah menjadi kewenangan jaksa,” ujar Ipda Muhammad Ali saat ditemui di Polres Bulukumba.

Sementara, barang bukti yang diserahkan kepada jaksa berupa semua dokumen, mulai perencanaan, kemudian pelaksanaan hingga pertanggung jawaban (SPJ) keuangan yang telah dikelolah Dinas Kesehatan Bulukumba, beserta satu unit rumah senilai Rp 136 juta.

Satu unit rumah kita sita dari salah satu tersangka yang terletak di Bulukumba.

Kepala Seksi bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima empat tersangka beserta barang bukti.

“Empat-empatnya tersangka kita sudah terima. Kemudian melengkapi semua administrasinya untuk dilimpahkan ke persidangan,” ujar Andi Thirta Massaguni.

Andi Thirta menambahkan, saat ini dua tersangka dibawa langsung ke Kota Makassar, mereka mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, AA dan seorang driver, EH. Sedangkan dua tersangka lainnya akan menyusul.

“Untuk kedua lainnya yakni ER dan IR akan menyusul,” terangnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat orang tersangka, diantaranya mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, AA, Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan, ER, Bendahara Dinas Kesehatan, IR dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan driver, EH.

Kasus korupsi ini mulai diselidiki polisi sejak tahun 2019 lalu yang menemukan adanya dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 13,4 miliar sesuai hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI

Red.

Related posts