Hati-Hati Menyebarkan Berita Iran Membantu Hamas

Penulis oleh : Nasrullah Hasyim

TURKI – pantau24jam.com. Tulisan saya mengambil kata hati-hati agar terjebak frasa “Iran Membantu Hamas”. Hampir seluruh media nasional di Indonesia memberitakan bantuan Iran kepada Hamas. Saya sangat heran dengan makna bantuan ini. Jangan katakan bantuan Iran. Ini kesalahan yang perlu diluruskan.

Saya mulai dengan menceritakan kondisi ekonomi yang sedang hancur lebur akibat terkena dampak pandemi covid 19 dan pembengkakan biaya militer mereka. Kebetulan Palestina sedang berperang dengan Israel di akhir bulan ramadan. Hamas meminta bantuan dana pada negara-negara Arab untuk membeli rudal. Ada 5 donatur utama yaitu Arab Saudi, Turki, Dubai, Mesir, dan UEA. Ini baru namanya bantuan. Gratis tanpa syarat. Awalnya Hamas mau membeli pada Rusia namun ditolak karena dilarang Uni Eropa. Rusia takut dikucilkan negara eropa lainnya. Pilihan berikutnya terpaksalah jatuh ke Irak. Irak menolak karena tidak punya stok banyak. Hamas pun meminta pada Turki namun stok rudal tidak banyak. Turki merekomendasikan beli dari Iran. Betul adanya Iran menerima penawaran harga dari Hamas.

Pertanyaan besarnya mengapa Iran mau dibeli senjata oleh Hamas? Alasan dikutip dari intel Iran sendiri bahwa mereka tahu Israel punya dron mahal buatan AS. Iran yakin Hamas akan kalah. Iran tidak tahu kalau Hamas sudah bisa mengetahui kelemahan dron AS itu. Singkat cerita terjadilah kesepakatan.

Hamas berhasil memporak-porandakan 13 kota Israel. Kerugian Israel mencapai puluhan juta dollar. Korban juga berjatuhan sangat banyak. Namun sayang media enggan memberitakan kemenangan Hamas.

Media juga bersiasat agar timbul kebencian muslim di seluruh dunia pada Hamas mengangkat berita Iran membantu Hamas. Media bermufakat bahwa Hamas dinyatakan teroris lewat narasi dan sandiwara mereka. Demikianlah informasi dari saya. Waspadalah Syiah dan Yahudi itu bekerjasama menghancurkan umat muslim. Jangan percaya kata-kata ajakan persatuan dari Orang Syiah. Mereka tersenyun di depan kita namun tangan mereka memegang pisau untuk membunuh kaum Sunni.

Turki, 19 Mei 2021

Penulis Wartawan Senior Langsung dari Turki

Related posts