Masya Allah, Tanggul Tambang Batubara Jebol, Ratusan Rumah di Berau Terendam Banjir

BERAU – pantau24jam.com. Banjir merendam ratusan rumah di Kampung Bena Baru, Sambaliung, di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Banjir diperparah diduga akibat jebolnya tanggul tambang batubara PT RUB, hingga ketinggian banjir lebih dari 1 meter.

Dilansir dari Merdeka.com. Bupati Berau Sri Juniarsih meninjau lokasi banjir, hingga ke lokasi tambang batubara yang kini sudah sama rata dengan ketinggian air banjir.

“Tanggul jebol, kita perlu bicara dengan pihak perusahaan. Apalagi tambang dan sungai sudah menyatu. Mungkin, ada efek dari tanggul jebol pada kualitas air yang dikonsumsi masyarakat,” kata Juniarsih, ditemui wartawan usai peninjauan. Ahad, 16/5/2021

Ketinggian air yang merangkak naik, menyulitkan aktivitas warga setempat. “Karena air mulai ketinggian sepinggang dewasa. Kecuali masyarakat pakai perahu,” ujar Juniarsih.

Beth, kepala Kampung Benua Baru menjelaskan, dia sudah memperingatkan perusahaan bahwa ketinggian tanggul sudah menyisakan sekitar 20 cm, dan berpotensi menjebol tanggul.

“Setelah jebol ini, saya belum ketemu lagi pihak perusahaan karena pimpinannya lagi cuti. Apalagi sekarang, akses listrik padam karena tiang listrik tumbang,” jelas Beth.

“Intensitas hujan di sini (kampung Bena Baru) tidak terlalu tinggi. Tapi dari hulu curah hujan tinggi. Saya komunikasi terus dengan kampung di hulu,” tambah Beth.

Masih disampaikan Beth, di sekitar lokasi banjir, ada galian tambang batubara terbuka sekitar 120 hektare, dengan kedalaman diperkirakan mencapai 200-an meter. “Tanggulnya memang tidak begitu layak,” terangnya

Sementara Johan, warga kampung Bena Baru menyebutkan, sedikitnya 6 tiang listrik tumbang yang berakibat padamnya listrik di kampungnya, diduga imbas jebolnya tanggul PT RUB. “Masyarakat tidak bisa keluar rumah. Kecuali pakai ketinting (perahu motor),” kata Johan.

“Kampung kami sudah dua hari banjir. Tapi jebolnya tanggul itu jam 3 dini hari tadi. Sebagian warga sudah mengungsi. Alhamdulillah tidak ada korban (jiwa),” demikian Johan.

Red

Related posts