KELONG PENDIDIKAN RELIGIUS (21)

Hindari Ghibah

Penulis oleh: Prof Bahaking Rama.

GOWA – pantau24jam.com. Bertepatan satu Syawal 1442 H., shalat idul fithri dilaksanakan diberbagai tempat.

Ini pertanda usailah sudah puasa bulan ramadah tahun 1442 H., tentu berharap semoga bisa ketemu ramadah tahun berikut.

Tulisa kelong pendidikan religius yang hadir dihari puasa, untuk sementara istirahat dan mohon diri. Pesan leluhur terpatri dalam kelong.

“PUNNA BOKOMO LAMPAKU, TEAKI RAMPEA KODI, RAMPEA GOLLA, NAKU RAMPEKI KALUKU.”

Arti bebasnya: kalau saja saya sudah balik, meninggalkan pertemuan dalam pergaulan, kumohon dengan sangat, janganlah cerita kekurangan dan kejelekanku, tetapi ungkaplah perilaku yang manis mempesona.

Dengan demikian, seperti itu pulalah akan kuceritakan perilaku kebaikan yang bersantan dari kepribadian para sahabat sepergaulan.

Pesan moral dari Kelong di atas adalah; hindari, jangan Ghibah, menggunjing.

Menceritakan kekurangan orang lain, selain berdampak dosa, juga akan berimplikasi terjadinya keretakan hubungan persahabatan.

Allah akan menutup aib seseorang yang pandai menutup aib-kekurangan saudaranya. Menutup aib seseorang, hakikinya berarti menutub aib-kekurangan diri sendiri.

Hindari Ghibah, Perkuatlah tali silaturrahmi dan perkokohlah persahabatan sejati pada momentum lebaran tahun ini.

Mohon ketulusan dan ridhah orang tua, ibu-bapak membuka pintu maaf sembari bersembah-sujud yang tulus padanya.

Maafkan khilaf-salah para saudara, tetangga, kaum kerabat, dan siapa saja yang pernah bermasalah dalam hidup.

Akhirnya, Kelong Pendidikan Religius tidak lagi hadir setiap hari. Insya allah ia akan hadir sekali-sekali kapan waktu memungkinkan.

Kumohon diri, terima kasih atas simpati bapak-ibu. Selamat hari raya idul pithri, mohon maaf lahir dan bathin, semoga kita semua tetap sehat wal afiat, panjang usia, murah rezki, hidup bahagia, meraih derajat taqwa, dan sukses selalu.

Semoga, Aamiin YRA.

Pao-pao Gowa. kamis, 13/5/2021

Related posts