Pengunjuk Rasa Rindu Bupati Jeneponto Namun Mendadak Pulang, Dedi Jenlap: Massa Kecewa !

  • Whatsapp

JENEPONTO – pantau24jam.com. Puluhan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan dirinya Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Jeneponto menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Jeneponto. Senin, 10/5/2021

Para aktivis mahasiswa dan pemuda pemudi putra putri Jeneponto ini menyoroti berbagai hal yang dapat merusak sendi pemerintahan Iksan Paris terutama pada kondisi pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jeneponto.

“Hari ini kami hadir di kantor Bupati Jeneponto untuk menyampaikan berbagai hal, tapi hari ini didepan mata kami menyaksikan justru Bupati meninggalkan kami begitu saja. Yang jelas kami massa sangat kecewa”, ujar jenderal lapangan aksi unjuk rasa, Dedi Arsandi.

“Begitu banyak hal yang harus kami sampaikan langsung ke Bupati Jeneponto, karena ini penting, kami adalah Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Jeneponto rindu Bupati Jeneponto tapi rupanya ada yang membisikkan ke beliau agar meninggalkan kami”, jelas Dedi Arsandi.

Menurut jenderal lapangan aksi unjuk rasa, Dedi Arsandi, bahwa pelayanan di Dinas Capil Jeneponto diduga sangat tidak maksimal, dimana beberapa hari yang lalu seorang masyarakat yang masih mahasiswa dilaporkan ke polisi oleh pegawai Disdukcapil.

“Mahasiswa tersebut dilapor ke polisi lantaran hanya mempertanyakan pelayanan capil yang diduga masih kurang prima, herannya justru ASN Capil marah dan melapor ke Polres. Dan parahnya lagi Kadis Capil Jeneponto menyuruh pegawainya untuk memukuli mahasiswa tersebut”, ujar jenderal lapangan aksi unjuk rasa, Dedi Arsandi.

Pengunjuk rasa di terima Kabid Syahrul Kalepu Kesbangpol

Selain itu, pada hari Jadi Jeneponto, sekelompok pemuda merayakan momentum dengan ciri khasnya namun justeru menerima ancaman dan sikap arogansi dari beberapa Camat Jeneponto.

“Bahkan hingga ingin memukul kelompok tersebut, perilaku ini sangat disayangkan karena sikap camat itu seperti premanisme”, tandasnya.

Karenanya, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Jeneponto bahwa demi mewujudkan Jeneponto GAMMARA dan SMART, hari ini menyatakan sikap :

  1. Mendesak Bupati Jeneponto untuk melakukan kepada Kemendagri agar mencopot Kadis Capil dan Kabid Pelayanan Capil Jeneponto yang melanggar etika tata kelola pemerintahan.
  2. Meminta kepada Bupati Jeneponto untuk menjelaskan surat edaran KPK terkait larangan adanya hubungan keluarga dalam satu dinas dengan dua jabatan sentral.
  3. Meminta Bupati Jeneponto untuk melakukan evaluasi kepada Kadis Capil karena sistem pelayanan yang sangat bobrok.
  4. Mengutuk keras tudingan pencemaran nama baik instansi dan mengamuk di area Dukcapil Jeneponto
  5. Mengevaluasi kinerja para pegawai dukcapil yang diduga masih melakukan tindakan pungli.
  6. Meminta kepada Bupati Jeneponto untuk mencopot 3 Camat yang arogansi terhadap mahasiswa saat unjuk rasa pada hari jadi Jeneponto.

Para aktivis Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Jeneponto mengancam, bila dalam kurung waktu 3 x 24 jam tuntutan tersebut tidak di indahkan, maka akan dilakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak.

Pengunjuk rasa membawa spanduk dan pengeras suara, para orator bergiliran menyampaikan aspirasi dan tuntutannya. Unjuk rasa berlanjut ke kompleks rumah jabatan Bupati Jeneponto, dan Kejaksaan Negeri Jeneponto dan berakhir tertib dan damai.

Nampak, massa pengunjuk rasa dikawal dari Satpol PP, Polsek Binamu dan Polres Jeneponto.

Amin / Andiz

Pos terkait