Seorang Gadis di Bawah Umur Dirudapaksa 10 Orang Bergantian Di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

PASANGKAYU – pantau24jam.com. Seorang gadis remaja berusia 15 tahun diperkosa 10 orang pria, kasus terjadi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat pada (April 2021).

Parahnya, aksi rudapaksa beramai-ramai itu dilakukan pada bulan Ramadhan 1442 H

Tak terima, korban akhirnya mengadu kepada orangtuanya, mendengarkan keterangan anaknya itu, orangtua korban melaporkan ke polisi.

Polisi akhirnya bergerak dan berhasil menangkap sepuluh pelaku, ditangkap di sejumlah tempat berbeda di Kabupaten Pasangkayu, pada Kamis (6/5/2021)

Dari sepuluh pelaku perkosaan, lima pelaku lainnya masih di bawah umur

Dalam keterangan pers yang digelar di Makopolres Pasangkayu. Kasus perkosaan yang menimpa korban inisial A (15) dilakukan para tersangka di beberapa tempat berbeda

Tersangka memperkosa korban secara bergilir di tiga tempat berbeda. Kasus pertama terjadi pada (14/4/2021) di jalan di Kabupaten Pasangkayu.

Peristiwa kedua dilakukan tersangka pada 27/4/2021 di desa berbeda di Pasangkayu.

Sedangkan TKP ketiga dilakukan para tersangka pada 29 April 2021 di sebuah kamar sekolah di Pasangkayu.

Pelaku melakukan persetubuhan secara bergilir, bahkan ada pelaku yang menyetubuhi korban hingga 2 kali.

Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H Siagian didampingi Waka Polres Kompol Ade Chandra C.Y, Kasat Reskrim dan Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) menyampaikan

Phaknya hanya menghadirkan para tersangka pelaku persetubuhan sebanyak 5 orang dari 10 tersangka.

“Sebab, 5 tersangka lainnya masih di bawah umur.” ujar Leo H Siagian.

Adapun modus para pelaku kata Leo H Siagian dengan cara membujuk dan menjemput korban di rumahnya.

Korban kemudian dibawa ke TKP dipaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan banyak tersangka secara bergantian.

“Jadi motif pelaku melakukan perbuatan asusila tersebut hanya untuk melampiaskan nafsunya.” ungkapnya

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 81 ayat (1) dan (2) jo pasal 76d UU RI no. 35 tahun 2014

Tentang perubahan atas UU no.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU no. 17 tahun 2016

Tentang penetapan PP pengganti UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke -1e

KUHPidana dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun

“Dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak lima miliar rupiah”, ungkapnya

Red

Pos terkait