KELONG PENDIDIKAN RELIGIUS (15)

  • Whatsapp

Etika Meminang, Cegah Kawin Lari

Penulis oleh: Prof Bahaking Rama.

GOWA – pantau24jam.com. Masyarakat Sulawesi Selatan kenal “Kawin lari.”

Faktor penyebab kawin lari antara lain:

  1. Faktor uang panai, belanja. Sepasang muda-mudi yang sudah mengikat perjanjian membangun rumah tangga sakinah, terkendala karena faktor uang panai, uang belanja yang tinggi. Pihak keluarga laki-laki tak mampu memenuhi permintaan uang belanja pihak perempuan.
  2. Faktor orang tua. Pihak perempuan tak setuju sang anak nikah dengan kekasihnya. Tentu dengan penilaian dan pertimbangan tertentu. Misalnya aspek kepantasan, tidak pantas. Juga laki-laki dinilai memiliki sifat kurang baik, dan pertimbangan lainnya.

Dalam keadaan terjadi penolakan lamaran, maka leluhur berpesan dalam Kelong:

“PUNNA TEA TUTOANA, TEATOMPAKI NABAJI, NAI LAERO’, NIMINTUANG TANNINGAI.”

Atri bebasnya; dalam pelamaran, kalau orang tua tak setuju pada pihak laki-laki, maka sebaiknya pihak laki-laki menghargai sikap itu.

Kalau pihak laki-laki paksakan kehendak dengan jalan kawin lari, ia akan menjadi menantu yang tidak disenangi, suatu perlakuan yang dianggap merendahkan harga diri sang menantu.

Itulah sebabnya sehingga perlu menghargai sikap penolakan lamaran pihak perempuan. Suasana keakraban hidup dalam rumpun keluarga sangat diutamakan.

Kalau lamaran ditolak, yaa terimalah, supaya keakraban tetap terjaga. Kawin lari, menimbulkan banyak permasalahan hidup kedua belah pihak.

Kearifan leluhur menanamkan sikap kesatria pada kaum muda jika lamarnnya ditolak, perlu dihargai, karena dapat menjadi modal kesalehan sosial.

Terimalah penolakan itu dengan ikhlas, sembari meyakini ada hikmah dibaliknya. Cegah kawin lari, ikhlas terima penolakan lamaran, karena itu bukan kategori Siri.’

Hiduplah damai dalam rumpun keluarga. Satukan aliran darah kasih-sayang, A’bulo sibatang, accera’ sitongka-tongka.

Semoga, Aamiin YRA.

Pao-Pao Gowa. Jum’at, 7/5/2021

Pos terkait