KELONG PENDIDIKAN RELIGIUS (14)

  • Whatsapp

Wabah Garring Pua

Penulis oleh: Prof Bahaking Rama.

GOWA – pantau24jam.com. Wabah penyakit yang melanda kehidupan masyarakat diberbagai belahan dunia, semisal Covid 19, bukanlah kejadian baru.

WHO banyak mencatat jenis wabah penyakit yang pernah mengancam kehidupan secara massal dari sejarah kehidupan manusia.

Virus penyakit massal yang belum ditemukan obatnya, disebut “GARRING PUA” oleh orang tua kita dahulu.

Penyakit berdampak kematian massal dilukiskan dalam Kelong “LAKIAMA’MI LINOA, KANI SIRIMI BONENA, LANI PILEI, LAMUNGANG LAMATTIMBOA.”

Arti bebasnya: Tanda kiamat telah tiba karena isinya telah ditapis, tinggal tersisa bibit unggul yang terpilih.

Orang tua mendidik generasinya supaya unggul diberbagai aspek kehidupan. PERTAMA unggul pada aspek kesehatan.

Di dalam kandungan, anak dipelihara dengan menjaga perasaan dan kesehatan ibunya.

Setelah lahir, asi dan makanan suci, halalan thayyiban menjadi menu, konsumsi utama meningkatkan Imun.

Kalau ada pandemi, ritual songka bala (menolak bala) menjadi penting. Tadarrus, yasinan malam jum’at setiap rumah ramai bersahutan.

Kebiasaan hidup bersih ditingkatkan. Bahkan menjaga jarak dilakukan dengan isolasi bermukim beberapa hari sekeluarga di kebun atau ditempat lain.

KEDUA generasi Unggul pada aspek Religius-spritual. Anak-cucu diajar dan dibisakan memperkokoh keimanan kepada Allah, beribadah dengan tekun, dan berakhlakul karimah yang agung, melalui keteladanan dan pembiasaan.

KETIGA geresasi Unggul pada aspek pendidikan dan keterampilan, dan keunggulan hidup lainnya.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar-tidak bohong” (QS. An-Nisa’, 4:9)

Semoga seleksi alam, covid 19 menyisakan bibit unggul. Kitalah bibit unggulnya dituntut melahirkan generasi unggul yang mampu membangun negara-bangsa dan agama berdasarkan konstitusi.

Semoga, Aamiin YRA.

Pao-Pao Gowa. Kamis, 6/5/2021

Pos terkait