Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Dijambak Dipukuli, HP Orang yang Merekam Juga Dibanting Pelaku Mengaku Polisi

  • Whatsapp

PALEMBANG – pantau24jam.com. Seorang perawat salah satu rumah sakit swasta di Palembang, Sumatera Selatan harus mengalami luka lebam di bagian wajah setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Aksi video kekerasan yang menimpa perawat tersebut viral, setelah diunggah oleh akun Instagram @Perawat_peduli_palembang atau bisa dilihat dengan klik link ini.

Dalam video berdurasi 35 detik itu terlihat korban yang diketahui bernama Christina Ramauli S diselamatkan oleh rekan sesama perawat dengan kondisi terduduk.

Sementara, beberapa perawat lain menahan pelaku seorang pria yang diketahui bernisial JT.

Kasus itupun saat ini telah dilaporkan oleh Christina di Polrestabes Palembang, untuk dilakukan tindak lanjut.

Dilansir dari KOMPAS.com. Keluarga pasien emosi pasien mengeluarkan darah saat jarum infus dilepas.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polrestabes Palembang Komisaris Polisi (Kompol) M Abdullah mengatakan.

Kejadian tersebut terjadi di RS Siloam Palembang Ruangan IPD 6 di kamar 6026, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.40 WIB.

Pelaku JT datang ke rumah sakit tersebut bermaksud hendak menjemput anaknya yang sudah dirawat.

Namun, ia mendadak emosi saat mengetahui tangan anaknya itu mengeluarkan darah setelah jarum infus dilepas oleh korban karena anak pelaku sudah hendak pulang.

“Kemudian pelaku ini meminta korban untuk datang ke ruang perawatan anaknya. Korban akhirnya datang bersama teman perawatnya yang lain untuk meminta maaf,” kata Abdullah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (16/4/2021).

Korban ditampar, disuruh bersujud, lalu ditendang sampai tersungkur
Belum sempat meminta maaf, korban Christina langsung ditampar oleh terlapor JT. Bahkan, terlapor meminta korban bersujud untuk meminta maaf kepada keluarganya.

Christina pun sempat bersujud. Namun, lagi-lagi JT semakin emosi dan menendang perut korban sampai tersungkur.

Melihat kejadian tersebut, rekan perawat korban yang lain langsung melerai pelaku untuk menyelamatkan Christina.

Rambut dijambak, Christina diselamatkan rekannya
“Rambut korban juga sempat dijambak oleh terlapor. Korban berhasil keluar kamar setelah diselamatkan rekannya,” ujarnya.

Penyidik saat ini sudah melakukan pemeriksaan kepada para saksi atas kejadian tersebut termasuk mengambil bukti visum yang dialami korban.

“Korban mengalami luka memar di bagian mata kiri, bengkak di bagian bibir dan perut terasa sakit. Saksi-saksi akan diperiksa. Pelaku bisa dikenakan pasa 351 tentang penganiayaan,” jelasnya.

Dikutip dari Tribun Sumsel, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah membenarkan korban telah melapor ke Polrestabes Palembang.

HP Perekam Dibanting

Tidak hanya CRS (28) yang menjadi korban penganiayaan, namun seorang perawat lainnya dari RS Siloam Sriwijaya ARP (31) juga menjadi korban peruskan.

Diketahui ARP pada saat kejadian yang merekam kejadian tersebut menggunakan handphonenya.

Kepada petugas ARP mengatakan, berawal saat ia mendengar adanya keributan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kemudian korban merekam aksi tersebut menggunakan handphonenya.

“Pelaku mendekati saya kemudian merampas handphone saya dan langsung membantingnya ke lantai,” ujar ARP, Jumat (16/4/2021).

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian satu unit handphone vivo v15 dengan total kerugain Rp 3,1 juta.

Atas kejadian tersebut korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrsestabes Palembang dengan harapan terlapor dapat bertanggung jawab atas ulah dan perbuatannya.

Keluarga pelaku

Mengaku Polisi

Keluarga pasien yang menganiaya Christina Remauli (27), perawat RS Siloam, Palembang, Sumatera Selatan, mengaku sebagai polisi.

Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri menegaskan pelaku bukan anggota Polri.

“Tidak betul (pelaku anggota Polri),” terang Irjen Eko saat dihubungi detikcom, Jumat (16/4/2021).

“Pelaku itu ngaku-ngaku sebagai anggota Polri,” imbuhnya.

Eko menegaskan anggota Polri yang ada di area kejadian justru mencegah pelaku melakukan penganiayaan. Anggota Polri tersebut merupakan keluarga pasien lain yang juga dirawat.

“Anggota Polri yang melerai dan melarang untuk melakukan aniaya, keluarga pasien yang kebetulan di TKP, pasien lain,” imbuhnya.

Pelaku minta maaf dan telah diamankan pihak kepolisian

Red

Pos terkait