Warga Keluhkan Antrian Panjang Di SPBU, Ini Penjelasan Pengawas Janavetri Dan Pengelola

  • Whatsapp

MERAUKE – pantau24jam.com. Puluhan kendaraan jenis roda dua dan roda empat berbahan bakar (BBM) jenis Premium terpaksa mengantri di SPBU Janavetri. Jalan Noari Merauke. Kamis, 14/4/2021 Pukul 11.35 hingga 13.15 WIT.

Marselina selaku penanggung jawab menuturkan hal ini bukan karena kelangkaan, ini hanya kebetulan saja karena hampir semua antri BBM Jenis Premium demikian antriannya.

“Penyebab antrian panjang pada siang ini disebabkan oleh SPBU lain yang tidak melayani BBM Jenis Premiun pada hari ini sehingga semuanya terfokus ke SPBU ini”, ujar Marselina selaku Pengawas SPBU Janavetri.

“Dalam pelaksanaannya saat ini, kami berjumlah 5 orang terdiri atas 4 orang operator dan 1 orang Pengawas. Semuanya bekerja berdasarkan shif dan tidak ada masalah dalam pelayanan”, terangnya

Frengky salah satu warga mengharapkan kalau bisa SPBU lain beroperasi juga sehingga kami tidak mengantri terlalu lama di satu SPBU seperti saat ini, waktu kami habis hanya untuk mengantri.

Secara terpisah Alfred Pasaribu selaku Pengelola menuturkan, masyarakat perlu tau bahwa SPBU itu terdiri atas Pompa Mini dan yang paling tinggi adalah Reguler, semua SPBU juga dibagi berdasarkan Tipe.

“Saat ini di dalam Kota Merauke terdapat lima SPBU yaitu SPBU Reguler antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Para Komando dan Jalan Kuprik, SPBU yang ada di jalan Noari adalah SPBU Mini sedangkan yang kelima ada di Pantai Lampu Satu adalah SPBUN untuk Nelayan”, jelas Alfred Pasaribu.

Ketika ditanya terkait antrian panjang yang terjadi pada SPBU tipe Mini di Jalan Noari, Alfred mengatakan hal ini bukan karena kelangkaaan BBM bisa saja BBM jenis Premium habis di SPBU lain atau bisa juga kendaraan yang antri kebetulan lewat daerah Noari karena hampir kebanyakan yang mengantri adalah Angkutan Kota berwarna kuning, mereka ini merupakan trayek pada wilayah Noari.

Alfred menambahkan SPBU Mini dalam pelayanannya bergantung pada jumlah stok BBM yang diberikan sehingga selaku pengelola harus mampu melayani masyarakat setiap harinya berdasarkan kuota yang diberikan sehingga kebutuhan masyarakat dalam hal BBM dapat terpenuhi.

“Kami akan berusaha sebisa mungkin agar dalam pelayanannya masyarakat tidak beranggapan terjadi kelangkaan BBM, semuanya kami atur berdasarkan jadwal sehingga dapat melayani masyarakat banyak”, tandas Alfred

“Stok kami terbatas, kami diwajibkan agar dapat mengola semua jenis BBM untuk melayani masyarakat selama satu bulan berjalan berdasarkan stok” tutup Alfred.

Frans Sabubun / Andiz

Related posts