PT Semen Tonasa Di Demo Oleh AMUK Akses Jalan Ditutup, Berikut Tuntutannya

  • Whatsapp

PANGKEP – pantau24jam.com. Ratusan massa AMUK, menggelar aksi denonstrasi dengan menutup akses jalan Poros Tonosa 2, kecamatan Bungoro. Senin, 12/4/2021 sekira pukul 09.00 WITA.

Mustafa Mallu (moses) selaku Jenderal lapangan pada aksi ini, mengungkapkan ada lima poin tuntutan massa, yakni menuntut PT Semen Tonasa untuk segera melakukan pembenahan dan perbaikan fasilitas lampu jalan, khususnya yang ada di kelurahan Sapanang, kecamatan Bungoro, termasuk lampu jalan di sepanjang jalan poros Tonasa 2 dari Biringkassi hingga kantor PT Semen Tonasa.

Menuntut PT Semen Tonasa untuk segera melakukan pembenahan dan perbaikan fasilitas jalanan di sepanjang jalan poros Tonasa 2 dari Biringkassi hingga kantor PT Semen Tonasa.

Menuntut PT Semen Tonasa untuk turut memprioritaskan masyarakat kelurahan Sapanang dalam penerimaan tenaga kerja, serta memprioritaskan pelibatan vendor lokal asal Pangkep, dalam setiap tender maupun pembagian kerja yang ada di PT Semen Tonasa.

Meminta PT Semen Tonasa untuk tidak melakukan pengurangan atau pemotongan alokasi anggaran CSR forum Kelurahan dan desa lingkar tahun 2021. Khususnya, anggaran forum di kelurahan Sapanang dan menyalurkan kembali anggaran CSR tahun 2020 yang terpotong.

Dan, menuntut PT Semen Tonasa untuk mempekerjakan kembali tenaga kerja outsourcing asal kampung Salebbo kelurahan Sapanang dan daerah lainnya yang di berhentikan.

Moses juga mengungkapkan pada kondisi fasilitas lampu jalan di wilayah ini sudah berlangsung dua tahun tidak lagi berfungsi dan telah banyak menelan korban laka lantas salah satu akibat faktor minimnya penerangan lampu jalan di wilayah ini, ditambah lagi kondisi jalan yang berlubang.

“Salah satu faktor terjadinya laka lantas minimnya fasilitas penerangan lampu jalan, ditambah lagi kondisi jalan yang berlubang. Kemarin memang ada perbaikan kondisi jalan di wilayah ini, tapi itu sekedar ditambal dan tidak bertahan lama hanya bertahan sepekan, kemudian jalannya kembali berlubang,”ungkapnya.

Selain itu, terkait anggaran CSR forum, pada anggaran tahun 2020 lalu, ada sisa anggaran dari program forum yang tidak dicairkan. Namun, pada masuk penganggaran tahun 2021 dilakukan rancangan kerja, tetapi anggaran tersebut kembali dikurangi.

“Anggaran CSR forum di tahun 2020 itu sudah disepakati Rp. 200 juta per forum, dalam perjalanan diakhir tahun masih ada dana yang tidak tercairkan. Begitu menyebrang di tahun 2021, berdalih bahwa tidak bisa lagi dicairkan karena sudah menyebrang tahun. Kemudian ditahun 2021 ini, kita disuruh susun rancangan kerja, tapi saya menolak karena anggaran dipangkas menjadi Rp. 150 juta,”lanjutnya

Terkait tenaga kerja, ditengah pandemik covid-19. Warga kelurahan Sapanang khususnya, tidak lagi dipekerjakan dalam apiliasi PT Semen Tonasa. Sementara, kelurahan Sapanang merupakan wilayah ring satu.

“Kemarin sempat ada penerimaan tenaga kerja, cuman warga di kelurahan Sapanang ini yang tidak diberi ruang untuk menjadi tenaga kerja. Sementara, kelurahan lain yang berada di ring satu, warganya di akomodir menjadi tenaga kerja,” pungkasnya.

Ia berharap, menejemen PT Semen Tonasa dapat mengakomodir apa yang menjadi tuntutan. Lantaran demikian, sebelum dilakukan aksi demo. Masyarakat yang tergabung dalam AMUK ini, telah berapa kali melakukan upaya audiens namun tidak digubris.

MW / Hamzah / Andiz

Related posts