Menteri PPN Suharso : Pemulihan dan Transformasi Ekonomi

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Pandemi telah menganggu pencapaian Visi 2045, dimana Indonesia ditargetkan keluar dari middle income trap di tahun 2036 dan menjadi negara dengan pendapatan ke-5 terbesar di dunia pada tahun 2045.

Kontraksi perekonomian Indonesia di tahun 2020 menghambat Indonesia untuk dapat segera keluar dari middle income trap, karena berdasarkan pengalaman Indonesia saat krisis 1998, dibutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk Indonesia dapat kembali ke status pendapatan sebelum krisis.

Dengan kondisi tersebut, tahun 2022 akan menjadi tahun kunci untuk meletakkan kembali landasan agar dapat keluar dari middle income trap. Dengan upaya pengendalian pandemi dan distribusi vaksin yang semakin meluas saat ini, diharapkan tahun 2022 menjadi tahun pertama bagi Indonesia untuk mulai lepas dari tekanan Covid-19 dan dapat mulai melakukan pemantapan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Namun demikian, pemantapan pemulihan ekonomi perlu dibarengi dengan melakukan transformasi ekonomi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan dari sekarang. Sehingga Indonesia dapat meningkatkan daya saing, tidak hanya kembali pada posisi sebelumnya, tetapi tumbuh jauh lebih baik untuk dapat mencapai Visi 2045”, jelas Menteri Soeharso

Dengan melihat kondisi tersebut, tema pembangunan dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2022 adalah Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. RKP 2022 akan terdiri atas 7 prioritas nasional, namun dengan penekanan dan fokus yang berbeda.

Perekonomian di tahun 2022 dapat tumbuh lebih cepat apabila pemerintah melakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Dalam kerangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tersebut, maka investasi, ekspor, dan industri pengolahan akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.

Sektor jasa, yang terkena dampak besar akibat pandemi, juga diharapkan mulai mengalami akselerasi. Stabilitas makroekonomi diperkirakan dapat terjaga, tercermin dari tingkat inflasi yang rendah, nilai tukar rupiah yang terjaga, dan defisit transaksi berjalan yang aman. Selain itu, dorongan stimulus fiskal masih akan dilakukan, dengan menjaga ruang defisit yang longgar dengan diiringi upaya konsolidasi fiskal.

Andi Zoel / Andiz

Pos terkait