Sidang ‘Offline’ Perkara M Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas Di Pengadilan Negeri Jaktim

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Sidang Perkara (Offline) Muhammad Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas Di Ruang Sidang Purwoto Gandasubrata, SH – Pengadilan Negeri Jaktim diruang sidang Purwoto Gandasubrata, SH, Pengadilan Negeri Jaktim, Jl. Dr. Sumarno No.1 RT.07/04 Kel. Penggilingan Kec. Cakung Jakarta Timur. Jumat, 26/3/2021 pukul 10.20 s.d 11.15 WIB

Majelis Hakim; Khatwanto SH, Muarif, Suparman, SH, Tim Jaksa; Nanang SH, Syarifudin SH, Dedi SH, Teddy SH, Rengga SH, Tim Penasehat Hukum; Aziz Yanuar P, SH MH MM, Achmad Ardiansyah SH, Julianto SH MH, Sutejo Sapto Jalu SH. Panitera Pengganti; Benekditus F.

Terdakwa; Muhammad Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas. Perkara : No : 224 /Dit Pidsus/ 21 / PN Jaktim.

Sidang dengan agenda Mendengarkan Eksepsi Terdakwa, seharusnya mendengarkan Keterangan saksi. Kasatpol PP kota Bogor: Agustiansyah dan Satgas Covid Ferro Supacua.

Setelah hakim menjelaskan kepada perangkat sidang bahwa persetujuan pelaksanaan sidang secara offline. Jaksa penuntut umum mengatakan karena terdakwa tidak hadir dalam pembacaan eksepsi, maka sudah otomatis tidak menggunakan haknya.

Penasehat hukum menyampaikan, tetap akan membacakan Eksepsi secara offline. Dan Hakim langsung meminta pembacaan saksi dan menghadirkan para saksi.

Muhammad Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas mengatakan terima kasih kepada Majelis Hakim telah berikan kesempatan Eksepsi, sehingga kami bisa memberikan keadilan.

“Ortu saya MRS, memang tidak di beritahu masuk RS UMMI agar dapat beristirahat, tidak ada yang mengetahui MRS di rawat disana. Termasuk Ulama, wartawan sekalipun. Ketika di ketahui MRS dirawat, muncullah berbagai karangan bunga yang tidak jelas dari mana datangnya dengan kalimat-kalimat nyinyir”, ujar Muhammad Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas.

“LP3S, rilis ada 37 pernyataan blunder pemerintah tentang Covid, tapi tidak ada satupun yang berujung proses pemidanaan, tapi kenapa dengan ayahanda kenapa menjadi begitu besar. Kami memohon kepada majelis hakim dapat berpikir dengan jernih dan membatalkan tuntuan JPU. Tuduhan kepada saya itu tidak benar, bahkan sebuah fitnah”, jelasnya.

“Disebabkan di rawat di RS UMMI dikarenakan kelelahan akibat banyak kegiatan berdakwah, itu sudah biasa. Secara garis besar beliau sehat walafiat, sesuai perawatan selama di RS Ummi, beliau bugar apa yang saya liat secara langsung”, terangnya.

“Saya tidak pernah menyiarkan pernyataan apapun di media apapun, yang menyiarkan itu kru kompas TV, saya tidak pernah komunikasi dengan kompas TV, saya hanya chat kepada teman, tapi entah darimana kompas TV mendapatkan video tersebut”, tandasnya.

“Tuduhan menerbitkan keonaran di rakyat berbanding terbaik 180⁰ yang di tuduhkan kepada saya. Tidak ada keonaran dan potensi keonaran. Pro kontra tidak bisa di indentifikasi dengan keonaran. JPU terkait tuduhan baik Premier, subsider kepada saya tidak benar dan tidak sah”, ungkapnya.

“Nota keberatan sudah saya bacakan semoga pengadilan ini semoga majelis dapat memutuskan seadil-adilnya karena pengadilan sebenarnya nanti di pengadilan Allah. Meminta majelis hakim memberhentikan proses pengadilan terhadap saya dan Andi Tata”, pungkas Muhammad Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas.

Jaksa penuntu umum menanggapi, “Karena sudah menerima salinan Eksepsi terdakwa, maka tanggapan akan di bacakan pada sidang berikutnya”.

Sidang selesai Pukul 11.15 WIB dan dilanjutkan kembali hari Rabu, 31/03/2021 pagi .

Andi Zoel / Andiz

Related posts