Coach Jurnalistik SMAK Makassar Dipuji

  • Whatsapp

 


 

Read More

Pantau24jam.com–Makassar– Coach Jurnalistik SMAK Makassar, Muh Iqbal dipuji dari sejumlah peserta tingkat pelajar SMA/SMK

Pujian itu diberikan usai pelatihan jurnalistik via zoom yang diadakan di SMAK Makassar, Sabtu (20/3/2021)

“Bikin penasaran, waktu yang diberikan ke pemateri terakhir harusnya durasi panjang, soalnya asyik, sebab cara dia membawakan materi bikin peserta semuanya tak bermain HP dan tak keluar masuk ruangan” kata salah satu peserta yang tak diketahui namanya itu

Selain itu, masih kata dia, pemateri seperti Iqbal tersebut jarang bisa ditemui pada pelatihan-pelatihan seperti ini

“Kadang-kadang pemateri hanya banyak bercerita tanpa menguasai audiens, ujung-ujungnya bikin ngantuk dan membuat kita main HP dan melirik ke sana kemari alias tak bisa fokus. Tapi coach jurnalistik SMAK Makassar ini menarik” bebernya

Dia menambahkan, jika pemateri seperti Iqbal tersebut yang memberikan edukasi, beberapa peserta pasti merasa nyaman dan bisa fokus. Dan pastinya proses belajar mengajar bisa dipahami

“Kita ini kan sudah biasa menyaksikan para guru-guru menjelaskan di kelas. Kalau pemateri pelatihan jurnalistik pakai konsep sama seperti guru lalu menariknya di mana?”

“Cukup di kelas saja kami rasakan itu, asal jangan terjadi di pelatihan. Dan pemateri kita inilah yang menampilkan sesuatu yang berbeda” ucapnya

Iqbal yang dikonfirmasi atas pujian itu, dia mengatakan sangat berterimakasih meski durasi singkat namun pelatihan ini masih bisa berlanjut di grup WhatsApp untuk sesi tanya jawab

“Kita ada grup diskusi pelatihan jurnalistik untuk peserta via zoom di SMAK Makassar. Jadi kelanjutannya bisa saling tanya jawab di grup itu.” jelasnya

Ditanya soal bagaimana bisa membuat peserta merasakan nyaman, Muh Iqbal selaku Ketua Umum SEKAT-RI ini menjelaskan, pemateri harus mampu melakukan Ice breaking yakni memecahkan kebekuan

Keterangan foto : Pelatihan Jurnalistik Via Zoom

“Saya kebetulan bukan cuma di Jurnalistik, tapi juga aktif di trainer dan motivator. Presentasi bukanlah ceramah, tentunya peserta lebih mengharapkan keterlibatan dalam sebuah pesan, dan mereka ingin didengar, ini ada panduan trainingnya bagaimana cara menguasai audiens” ujarnya

Dijelaskan lebih jauh, Iqbal mengatakan coba bayangkan ketika mengikuti pelatihan, kemudian pembicaranya hanya bicara selama 1 jam memaparkan suatu hal dengan gaya bicara yang membosankan, apalagi kalau bicaranya seputaran tentang dirinya

Kemudian semua peserta hanya duduk tenang memperhatikan. Tak ada kegiatan selain mendengarkan kata-kata pembicara. Kira-kira apa yang dirasakan?

Sebaliknya, Iqbal kemudian melanjutkan, bayangkan mengikuti pelatihan. Pembicara memberikan materi dengan slide power point yang sederhana. Sesekali, setiap pergantian slide, ia pun memberikan semacam permainan kepada peserta.

Ada berupa tepuk. Ada juga yang berupa kalimat-kalimat positif. Dan hal terpentingnya, semua anggota seminar ikut aktif mengikuti apa yang diinstruksikan oleh pembicara.

“Kira-kira, dari dua hal di atas tentu kita bisa membedakan mana yang paling diminati oleh peserta suatu seminar atau rapat” tandasnya

(Dg Tojeng)

Related posts