Imbas Pasien Bersalin Meninggal, Aliansi Mahasiswa Desak Bupati Copot Kadis Kesehatan Dan Dirut RSUD Bulukumba

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Aliansi Mahasiswa Bulukumba berunjuk rasa terkait pelayanan buruk Puskesmas Bonto Bangung dan RSUD Bulukumba yang berujung meninggalnya pasien yang ingin melahirkan

Unjuk rasa ini berlangsung di jalan pertigaan Jalan Hertasning – Jalan Pettarani, Kota Makassar. Selasa, 12/1/2021.

Persoalan ini mencuat lantaran pasien yang ingin melahirkan itu sebelumnya ditangani oleh Puskesmas Bonto Bangung dan RSUD Bulukumba

Karena tidak mampu ditangani, pasien tersebut dibawa ke beberapa rumah sakit tanpa menggunakan rujukan.

Hasbullah selaku koordinator lapangan dalam orasinya menjelaskan, Hartina seorang pasien yang hendak melahirkan meninggal dunia di kota Makassar.

“Kami duga pihak Puskesmas Bonto Bangung dibawa naungan Dinas Kesehatan Bulukumba dan RSUD Bulukumba tidak memberikan pelayanan maksimal yakni tidak melakukan sistem rujukan terintegritas (SISRUTE)”, jelas Hasbullah.

SISRUTE ini kata Hasbullah sudah diatur dalam PERMENKES No. 01/2012 Tentang sistem rujukan pelayanan Kesehatan perorangan yang merupakan Juknis dari UU No. 36/2009 Tentang kesehatan.

“Mestinya pihak Puskesmas Bonto Bangung dan RSUD. Bulukumba yang terlebih dahulu menangani pasien tersebut melakukan koordinasi atau komunikasi sebagai bentuk SISRUTE kepada Rumah sakit yang dituju”, tuturnya

“Atau rumah sakit penerima rujukan agar rumah sakit penerima rujukan itu siap lebih awal menerima pasien rujukan, bukan datang begitu saja karena ini menyangkut keselamatan pasien”, ungkapnya

Hasbullah menambahkan bahwa sudah sangat jelas dalam Pasal 13 dan pasal 14 PERMENKES No. 01/2012 tersebut itulah yang tidak diindahkan.

“Kami mendesak Bupati Bulukumba untuk segera mencopot Kadis Kesehatan Bulukumba, Direktur RSUD Bulukumba dan Kepala PKM Bonto Bangung karena lalai dalam sistem pelayanan”, orasi Mahasiswa Asal Bulukumba tersebut.

“Kami juga menyampaikan bahwa pasien tersebut itu didampingi tenaga kesehatan (Nakes) dan menggunakan Ambulance dari Kabupaten Bulukumba ke Kota Makassar mencari rumah sakit yang menerima namun ibu dan anaknya tidak dapat tertolong lagi”, pungkasnya

Aksi yang sempat membakar ban mobil ini berlangsung cukup lama namun tetap dalam pengawalan pihak kepolisian dari Polsek Rappocini, setelah berorasi secara bergantian Aliansi Mahasisa Bulukumba membubarkan diri dengan tertib.

Daeng Tompo / Andiz

Related posts