Tim Pengacara Ungkap Habib Rizieq Sempat Sesak Napas di Tahanan, Mengkhawatirkan Kini Perawatan Dokter

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Habib Rizieq Shihab saat ini tengah menjalani masa tahanan sebagai tersangka di Rutan Polda Metro Jaya.

Azis Yanuar selaku Tim Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab mengungkapkan kliennya sedang dalam kondisi yang kurang sehat.

“Kurang sehat, sempat sesak napas pada 1 Januari 2021,” ujar Azis, Jum’at, 8/1/2021 seperti dikutip dari jpnn.com.

Kendati demikian, Azis tidak menjelaskan secara rinci Habib Rizieq tengah menderita penyakit apa.

Azis hanya menyebutkan bahwa terkait detail penyakitnya hanya tim dokter yang mengetahui.

Sebelumnya, Azis menjelaskan bahwa kondisi Habib Rizieq saat ini cukup mengkhawatirkan.

“Masih mengkhawatirkan kondisi kesehatannya,” terang Azis, Rabu (7/1/2021).

“Jadi gini, pada waktu malam Sabtu, setelah tahun baru itu Habib nggak bisa napas. Pokoknya Jumat malam nggak bisa napas, itu jam 20.30 WIB,” jelas pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Kamis (7/1/2021), seperti dikutip dari Detik.com.

Sugito mengatakan Habib Rizieq lantas berteriak meminta tolong tahanan lainnya yang terpisah sel untuk mengabari polisi.

Akhirnya kabar Habib Rizieq sesak napas tersebar secara berantai di rutan dan membuat Direktur Tahanan dan Titipan (Dirtahti) datang.

“Minta tolong karena nggak bisa ada yang bantu. Akhirnya berjenjang (kabar Habib Rizieq sakit) dari Blok A, Blok B, Blok C itu di tahanan untuk memanggil Dirtahti. Akhirnya Dirtahti datang,” kata Sugito.

Menurut Sugito, pihak Dirtahti pada malam Habib Rizieq sakit terlihat cemas. Kecemasan itu dinilai Sugito memperlambat pertolongan pertama pada Habib Rizieq.

“Mereka pada takut semuanya. Habib Rizieq itu kan diisolasi tahanannya, jadi tidak bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa pun, bahkan di depan kamar tahanannya ada CCTV,” terang Sugito.

Sugito melanjutkan ceritanya, Dirtahti Polda Metro Jaya akhirnya meminta tolong dokter dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes Polda Metro Jaya). Dokter kemudian datang pukul 22.00 WIB.

“Nah akhirnya Dirtahtinya datang, minta tolong Dokkes Polda Metro Jaya, itu (dokter) datang sudah pukul 22.00 WIB. (Penyebab sesak napas) Habib kambuh, kayak maag akut karena mungkin asam lambungnya naik, ya mungkin karena diisolasi. Dia biasa berinteraksi dengan banyak orang, (sekarang) dia tidak berinteraksi dengan siapa pun,” ungkap Sugito

Sugito lalu menyampaikan Habib Rizieq pada malam itu (Jumat, 1 Januari 2021) hanya meminta satu hal, yaitu oksigen.

Sugito menuturkan keluarga Habib Rizieq lalu membawakan tabung oksigen dari kediaman mereka di Petamburan.

“Habib cuma minta satu, oksigen. Akhirnya karena mungkin tidak ada (di Dokkes Polda) atau susah carinya, dari Petamburan kirim oksigen itu, sampai (di Polda Metro Jaya) pukul 22.30 WIB. Yang jelas mereka (Dirtahti) pada ketakutan semua untuk bisa membantu secara cepat menyangkut masalah kesehatan,” tutur Sugito.

Singkat cerita, kondisi pernapasan Habib Rizieq membaik usai dipasangi oksigen di hidungnya.

Terkait kejadian ini, Sugito meminta kepolisian bergerak cepat ketika ada seorang tahanan mengeluh sakit.

“Akhirnya dengan izin dari Dirtahti dan agak sedikit memaksa, oksigen itu bisa diantar dan dipasang ke hidungnya Habib Rizieq. (Oksigen) masuk pun agak susah dan agak berdebat, akhirnya diizinkan masuk, akhirnya (Habib Rizieq) bisa bernapas secara baik,” tutur Sugito.

“Tapi intinya begini, saya sudah sampaikan ke Dokkes Polda Mtero Jaya, kalau sudah urusan kesehatan gini, tolong jangan menggunakan prosedur yang menyulitkan, karena ini soal nyawa orang. Dokkesnya sudah setuju bahwa itu memang harus gitu kalau untuk masalah kesehatan. Tapi pihak Tahtinya tuh takut kesalahan, ini yang menyebabkan prosedurial lambat dan kalau saat itu telat, bisa fatal itu,” sambung Sugito.

Terakhir, Sugito menyebut tabung oksigen kini telah disediakan di dalam sel isolasi Habib Rizieq.

Sugito menuturkan dia dan keluarga Habib Rizieq khawatir sakit maag akut itu kambuh.

“Sekarang posisinya Habib sudah ada oksigen, itu standby (dalam sel isolasi), yang dikirim dari Petamburan, karena khawatir dia akan kambuh lagi maag akutnya, mungkin karena faktor di tahanan. Di tahanan dia tidak bisa sosialisasi, berinteraksi dengan siapapun, keluarga juga tidak bisa menjenguk, ya mungkin karena faktor kepikiran makanya asam lambungnya naik,” tandas Sugito.

Red

Related posts