Kejagung Berhasil Tangkap Buronan Kasus Korupsi Universitas Negeri Makassar Rp 22,4 M

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menangkap pelaku kasus korupsi Universitas Negeri Makassar. Terpidana Lisa Direktur PT. Prabu Pertiwi ditangkap di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Pelaku bernama Lisa Lukitawati, buron kasus korupsi pengadaan peralatan laboratorium pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

“Tim Tabur intelijen Kejaksaan Agung berhasil mengamankan terpidana perkara korupsi yang merupakan DPO (daftar pencarian orang) Kejati Sulawesi Selatan dengan identitas Lisa Lukitawati,” ujar Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Sunarta. Senin, 4/1/2021.

Lisa yang telah masuk DPO ini, diamankan di Jalan Manyar II Blok 4 Nomor 15, Bintaro Jaya, Sektor 1, Jakarta Selatan sekira pukul 17.30 WIB.

Sunarta menjabarkan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1337 K/Pid.Sus/2019 tertanggal 29 Juli 2019, Lisa merupakan terpidana dalam kasus korupsi pengadaan peralatan laboratorium pendidikan pada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar tahun anggaran 2012.

Nilai kerugian keuangan negara akibat kasus ini mencapai Rp 22,4 miliar.

“Mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 22.453.646.697,36,” ungkapnya.

Lisa dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 Juta. Apabila denda itu tak kunjung dibayar, maka Lisa wajib mengganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan penjara dan membayar uang pengganti tambahan sebesar Rp 8,9 miliar.

“Dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut selama 1 bulan setelah putusan ini memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut makan diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun,” terangnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Adriansyah Akbar mengatakan penangkapan buronan korupsi pengadaan laboratorium pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan UNM tersebut merupakan penangkapan pertama kalinya di tahun 2021.

Red

Related posts