Rakyat Aceh Rindu Tausiyah Dari Ustad Abdul Somad (UAS), Namun Disbudpar Aceh Ganti Dengan Syekh Ali Jaber, Ini Alasannya

  • Whatsapp

BANDA ACEH – pantau24jam.com. Kerinduan rakyat Aceh untuk bertemu dan mendengarkan langsung tausiyah dari Ustad Abdul Somad (UAS) pada peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh, Sabtu, (26/12/2020) mendatang pupus sudah.

Maklum, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh sebagai panitia pelaksana, menganti UAS dengan Syekh Ali Jaber. Alasan utama, untuk menghindari kerumunan massa karena masih dalam kondisi Covid-19.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin kepada media ini, di Banda Aceh, membenarkan adanya pergantian tersebut. Rabu, 23/12/2020

Katanya, kehadiran Syekh Ali Jaber merupakan kesepakatan antar dinas dan instansi. “Ya, ada beberapa nama, tapi hasil rapat akhirnya memutuskan untuk mengundang Syekh Ali Jaber,” ungkap Jamaluddin.

Dia juga membenarkan, keputusan menganti UAS, untuk menghindari adanya kerumunan massa. “Itu keputusan rapat bersama kami dengan Kesbangpol Aceh, Dinas Syariat Islam serta lainnya,” ujar Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, Peringatan Tsunami Aceh mendatang akan dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh. “Ada sekitar 300 undangan yang hadir. Mulai dari jajaran Pemerintah Aceh, Forkopimda Aceh, Pemko Banda Aceh serta para bupati dan wali kota yang terkena dampak tsunami,” jelas dia.

Sementara, masyarakat dapat menyaksikan melalui siaran langsung TVRI, teve swasta nasional maupun channel youtube milik Disbudpar Aceh.

Tapi, benarkah pembatalan kehadiran UAS semata-mata untuk menghindari kerumunan massa? Apakah, kehadiran Syekh Ali Jaber tidak begitu menarik perhatian ummat Islam Aceh?

Nah, berbagai pertanyaan itu mulai muncul di masyarakat. “Saya kira itu alasan saja. Sebenarnya mereka (panitia) menghindari UAS karena dinilai begitu dekat dengan F*I yang sedang menjadi perhatian utama pemerintah,” ungkap seorang sumber di jajaran Setda Aceh, Rabu siang di Banda Aceh.

Kata dia, penekanan untuk membatalkan kehadiran UAS datang dari Kesbangpol Aceh. “Ya, pihak Kesbangpol Aceh yang sangat tak ingin UAS hadir. Bisa jadi, mereka mendapat “pesanan” khusus dari Jakarta untuk tidak mengundang UAS,” duga salah satu kepala bidang (Kabid) ini.

Sumber Modusaceh.co

Related posts