Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politica (LP2TRI) Duga Ada Penggelembungan Suara Di Pilkada Pangkep

  • Whatsapp

PANGKEP – pantau24jam.com. Pilkada Pangkep yang diselenggarakan 9 Desember 2020 telah melaksanakan Rapat Pleno tingkat Kabupaten. Namun, palaksanaan Pilkada yang memenangkan pasangan nomor urut 1, Muhammad Yusran Lalogau – Syahban Sammana itu diduga terjadi kecurangan yang sistematis.

Hal ini diungkapkan oleh Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politica (LP2TRI) melalui sekretarisnya, Sukma Paramita.

Menurutnya, LP2TRI yang memantau pelaksanaan Pilkada di Pangkep menemukan indikasi kecurangan yang melibatkan oknum Panitia Penyelenggara, serta pelaksanaan yang sarat ‘money politic’.

“Kecurangan yang terjadi sangat merugikan pasangan Rahman-Muamar, Ilham-Risma dan Anir-Luthfi”, ungkap Sukma. Jum’at, 18/12/2020.

Indikasi paling mencolok yang ditemukan adalah penggelembungan suara dari form C6, dimana dalam catatan tim LP2TRI mendapatkan ketidak sesuaian DPT dengan Form C6 yang diedarkan.

Beberapa waktu yang lalu, terbukti seorang oknum penyelenggara di wilayah kepulauan melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara yang menyebabkan Bawaslu merekomendasikan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa kejadian serupa adalah pesanan yang sangat mungkin terjadi di semua TPS yang ada.

“Kami menemukan indikasi kecurangan dalam Pilkada Pangkep yang baru berlangsung, ini akan sangat mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung. Karena itu, besok LP2TRI didampingi kuasa hukum akan memasukkan laporan temuan kecurangan ke Bawaslu Pangkep”, tegas Sukma.

Sekadar diketahui, LP2TRI merupakan Lembaga pemantau Pilkada yang telah diakreditasi oleh KPUD Pangkep untuk turut mengawasi pelaksanaan Pilkada serentak di Pangkep.

Hamzah / Andiz

Related posts